Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP UIN Jurai Siwo Lampung Ikuti Tes Wawancara Seleksi Santri Ma’had Al-Jami’ah
Metro, 15 Oktober 2025 — Sebanyak 40 mahasiswa baru UIN Jurai Siwo Lampung Angkatan 2025 penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) mengikuti tes wawancara seleksi santri Ma’had Al-Jami’ah, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di ruang Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung dengan suasana khidmat dan penuh semangat.
Tim penguji dalam seleksi ini terdiri dari Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, serta dua penguji lainnya yaitu Ustadz Khoirul Huda dan Ustadz Sudirman. Mereka menilai aspek kepribadian, kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman dasar agama, serta kesiapan peserta untuk mengikuti kehidupan pesantren di lingkungan kampus.
Tes wawancara ini bertujuan untuk menjaring 30 mahasiswa terbaik yang akan diterima sebagai santri Ma’had Al-Jami’ah. Para santri terpilih nantinya akan tinggal di asrama dalam kampus selama satu tahun untuk mengikuti berbagai program pembinaan keagamaan, kedisiplinan, dan pengembangan karakter Islami.
Menurut Mudir Ma’had, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual yang seimbang.
“Mahasiswa penerima KIP bukan hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki pondasi agama yang kuat, akhlak yang mulia, serta kedisiplinan hidup yang tinggi. Ma’had Al-Jami’ah menjadi wadah pembentukan insan berilmu dan beradab,” ujarnya.
Rangkaian Program dan Kurikulum Ma’had Al-Jami’ah
Program pendidikan di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung mengacu pada kurikulum integratif yang menggabungkan pembelajaran agama, pengembangan karakter, serta pembinaan soft skill mahasiswa. Kurikulum tersebut antara lain meliputi:
-
Tahsin dan Tahfidzul Qur’an — peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan tajwid yang benar.
-
Fiqih Ibadah dan Muamalah — pembelajaran praktik ibadah dan etika bermuamalah sesuai syariat Islam.
-
Aqidah dan Akhlak — penguatan nilai keimanan dan pembentukan kepribadian Islami yang berakhlakul karimah.
-
Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Intensif — penguasaan bahasa asing sebagai bekal akademik dan profesional di masa depan.
-
Kepemimpinan dan Public Speaking Islami — pelatihan berbicara di depan umum dan kepemimpinan berbasis nilai-nilai keislaman.
-
Kajian Kitab Kuning — pembacaan dan pemahaman teks klasik Islam untuk memperdalam khazanah keilmuan pesantren.
-
Kegiatan Keasramaan dan Pengabdian Sosial — melatih tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial mahasiswa.
Melalui program Ma’had Al-Jami’ah, mahasiswa penerima KIP diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat. Kehidupan di asrama melatih mereka hidup sederhana, disiplin, serta menghargai kebersamaan dalam keberagaman.
Selain itu, program ini memberi manfaat nyata seperti:
-
Pembinaan akhlak dan spiritualitas secara intensif.
-
Bimbingan belajar dan mentoring akademik bagi penerima KIP agar sukses kuliah.
-
Pelatihan kepemimpinan dan komunikasi efektif untuk mempersiapkan mereka menjadi duta kampus.
-
Pembiasaan ibadah berjamaah dan kegiatan keagamaan rutin seperti qiyamul lail, kajian tafsir, dan dzikir bersama.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa baru.
“Kami ingin mahasiswa penerima KIP tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga menjadi contoh teladan bagi mahasiswa lainnya dalam hal akhlak dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Dengan adanya seleksi dan pembinaan ini, UIN Jurai Siwo Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda Islam yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Hasil akhir dari tes wawancara akan diumumkan pekan depan, dan 30 mahasiswa terpilih akan segera menempati asrama Ma’had Al-Jami’ah yang direncanakan mulai akhir Oktober 2025.


