Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Raih Tiga Juara pada Perlombaan Hari Santri Nasional 2026

Metro, 23 Oktober 2026 — Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian perlombaan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung pada 17-18 Oktober lalu . Dalam ajang tersebut, kontingen Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berhasil meraih tiga gelar juara dari lima cabang perlombaan yang diikuti.

Adapun prestasi yang berhasil diraih meliputi Juara I Liga Santri, Juara III Syarhil Qur’an, dan Juara III Ma’had of Champions (MOC). Capaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung sekaligus menunjukkan semangat, kemampuan, dan daya saing mahasantri dalam bidang keagamaan, intelektual, dan kompetisi antarma’had.

Pengumuman hasil perlombaan disampaikan pada acara Penutupan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, di pelataran Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung. Kontingen Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Mudir Ma’had, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., perwakilan pengasuh, serta beberapa mahasantri peserta perlombaan.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., MH. juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung, Dr. KH. Amiruddin, M.Pd.I., para pengasuh Ma’had, Ustadz Asep, serta para mudabbir dan mudabbirah atas undangan dan kerja sama yang telah terjalin dalam menyukseskan rangkaian perlombaan HSN tahun ini.

Menurutnya, kolaborasi antarma’had melalui kegiatan perlombaan bukan sekadar menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, serta menumbuhkan semangat belajar dan berkompetisi secara sehat di kalangan mahasantri.

HSN: Himmah, Spiritual, dan Ngaji sebagai Bekal Masa Depan Santri

Dalam sambutannya, Ustadz Taufid turut memberikan motivasi kepada seluruh mahasantri yang hadir melalui tiga nilai yang dirangkai dalam istilah HSN (terinspirasi dari singkatan Hari Santri Nasional), yaitu Himmah, Spiritual, dan Ngaji. Ketiga nilai tersebut diharapkan menjadi bekal utama bagi santri dalam membangun masa depan yang cemerlang sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pertama, Himmah atau cita-cita yang luhur. Seorang santri harus memiliki himmah, yakni semangat, tekad, dan keinginan yang kuat untuk meraih cita-cita yang mulia. Santri tidak boleh membatasi impiannya hanya pada keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga harus memiliki keinginan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Himmah mendorong santri agar terus berusaha, berani menghadapi tantangan, disiplin dalam belajar, dan pantang menyerah ketika menghadapi kesulitan. Dengan cita-cita yang luhur dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Kedua, Spiritual sebagai fondasi kehidupan. Kecerdasan intelektual dan keterampilan perlu diimbangi dengan kekuatan spiritual serta akhlak yang baik. Santri harus menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Kekuatan spiritual akan membantu santri menjaga kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, serta keteguhan prinsip di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, keberhasilan yang diraih tidak hanya diukur dari jabatan, prestasi, atau pencapaian material, tetapi juga dari kemanfaatan, keteladanan, dan akhlak mulia yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, Ngaji sebagai jalan menuntut ilmu sepanjang hayat. Bagi seorang santri, ngaji bukan hanya kegiatan membaca dan mempelajari kitab atau ilmu agama, melainkan juga proses membangun pemahaman, memperluas wawasan, serta membentuk karakter. Semangat ngaji harus terus dipelihara, baik dalam mempelajari ilmu agama maupun ilmu pengetahuan dan keterampilan lainnya. Santri perlu memiliki kemauan untuk terus belajar, berpikir kritis, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh. Dengan ilmu yang luas dan pemahaman agama yang kuat, santri diharapkan mampu menjawab persoalan masyarakat serta menghadirkan solusi yang bermanfaat.

Ketiga nilai tersebut saling melengkapi. Himmah memberikan arah dan tujuan, spiritual menjadi fondasi moral, sedangkan ngaji menjadi jalan untuk memperoleh dan mengembangkan ilmu. Apabila ketiganya tumbuh secara seimbang, santri akan memiliki bekal yang kuat untuk meraih masa depan yang gemilang tanpa kehilangan jati diri dan tanggung jawab sosialnya.

Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026 yang disampaikan oleh Dr. KH. Amiruddin, M.Pd.I., yaitu “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema ini mengandung pesan bahwa santri memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan bangsa dan mempersiapkan masa depan Indonesia melalui ilmu pengetahuan, akhlak, pengabdian, dan kontribusi nyata.

Frasa “Santri Menguatkan Negeri” menegaskan bahwa peran santri tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama atau aktivitas di lingkungan pesantren. Santri juga diharapkan hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat, menjaga persatuan, menebarkan nilai-nilai kebaikan, serta berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, dan berbagai sektor kehidupan lainnya.

Sementara itu, frasa “Menuju Indonesia Emas” menggambarkan cita-cita untuk membangun Indonesia yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Dalam konteks ini, santri merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa. Dengan mengembangkan himmah yang luhur, memperkuat spiritualitas, dan menjaga tradisi ngaji serta semangat belajar sepanjang hayat, santri dapat mempersiapkan diri menjadi pemimpin, pendidik, profesional, dan pelayan masyarakat yang membawa kemaslahatan.

Prestasi sebagai Motivasi untuk Terus Berkarya

Keberhasilan meraih Juara I Liga Santri, Juara III Syarhil Qur’an, dan Juara III Ma’had of Champions (MOC) menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan Ma’had dapat mendorong mahasantri untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Prestasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas pengalaman, serta memperkuat semangat persaudaraan antarma’had.

Partisipasi dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, dan keberanian dalam berkompetisi. Lebih dari sekadar kemenangan, pengalaman tersebut diharapkan membentuk mahasantri yang tangguh, rendah hati, dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

Dengan semangat Himmah, Spiritual, dan Ngaji, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap para mahasantri terus bertumbuh menjadi generasi yang religius, berkarakter, berintegritas, dan berprestasi. Semangat tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen santri untuk terus berkontribusi dalam menguatkan negeri dan menyongsong terwujudnya Indonesia Emas.

Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Ikuti Berbagai Perlombaan Menyongsong Hari Santri Nasional 2026

Metro, 18 Oktober 2026 – Sebanyak 18 mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka menyongsong Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung pada Sabtu s.d Ahad, 17–18 Oktober 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional sekaligus menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi, mengasah keterampilan, meningkatkan kreativitas, serta mempererat ukhuwah antarmahasantri dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, 18 mahasantri UIN Jurai Siwo Lampung berpartisipasi dalam sejumlah cabang perlombaan, yaitu Liga Santri, Syahril Qur’an, Santri Warrior, MOC, dan Short Film. Berbagai perlombaan ini memberikan kesempatan kepada mahasantri untuk menunjukkan kemampuan, semangat kompetisi, serta nilai-nilai kepesantrenan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Partisipasi mahasantri dalam kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa sportivitas, keberanian, kerja sama tim, dan kreativitas. Selain itu, keikutsertaan dalam berbagai cabang lomba diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasantri sekaligus memperluas pengalaman mereka dalam mengikuti kegiatan di luar lingkungan Ma’had.

Tidak hanya mengikuti perlombaan, mahasantri UIN Jurai Siwo Lampung bersama mahasantri UIN Raden Intan Lampung juga melaksanakan Pawai atau Karnaval Santri. Kegiatan ini berlangsung dengan disaksikan oleh Mudir dan para Pengasuh Ma’had UIN Raden Intan Lampung serta perwakilan Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung.

Pawai atau karnaval santri menjadi salah satu bentuk ekspresi kebersamaan dan semangat dalam menyambut Hari Santri Nasional. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat santri dalam menjaga tradisi pesantren, memperkuat identitas kesantrian, serta menanamkan nilai-nilai religius, kebersamaan, dan cinta tanah air.

Melalui keikutsertaan dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap mahasantri dapat memperoleh pengalaman berharga, mempererat silaturahmi dengan sesama santri, serta semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang keagamaan, olahraga, seni, maupun kreativitas.

Momentum menyongsong Hari Santri Nasional Tahun 2026 ini diharapkan semakin memperkuat peran mahasantri sebagai generasi yang religius, berkarakter, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Gelar Pengenalan Budaya Pesantren, Sambut Hari Santri 2026

Metro, 16 Oktober 2026 — Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Pesantren sekaligus menyongsong Hari Santri Nasional 2026 dengan mengusung tema “Membentuk Mahasantri UIN Jurai Siwo Lampung yang Religius, Berkarakter, dan Berintegritas melalui Budaya Pesantren.” Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Academic Center (GAC), Kampus II UIN Jusila, Jumat (16/10/2026), dan diikuti ratusan peserta yang terdiri atas mahasantri angkatan pertama tahun 2025, mahasantri angkatan kedua tahun 2026, serta mahasiswa dari berbagai program studi.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Jusila, Yudiyanto; Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum, Win Hartan; Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar; Kepala Bagian Umum; Kepala Subbagian Akademik; serta para pengelola dan ustaz Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung. Turut hadir dua narasumber dari kalangan pengasuh pondok pesantren, yakni Muhammad Fauzi Sholeh dan Heru Diantoro, alumni UIN Jusila sekaligus alumni santri yang saat ini mengasuh pondok pesantren.

Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang diisi sambutan Wakil Rektor II, Yudiyanto, dan Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar. Acara dilanjutkan dengan penampilan Nadzom Aqidatul Awam oleh mahasantri angkatan pertama sebagai bentuk apresiasi terhadap pembelajaran keilmuan Islam yang menjadi bagian dari pembinaan di lingkungan Ma’had.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula penyerahan syahadah kelulusan kepada mahasantri angkatan pertama serta pengukuhan mahasantri baru Tahun Akademik 2026/2027. Kedua agenda ini menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan, sebagai bentuk penghargaan atas proses pembinaan yang telah dilalui sekaligus penanda dimulainya perjalanan pembinaan bagi mahasantri baru.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh kedua narasumber. Muhammad Fauzi Sholeh membawakan materi bertajuk “Pesantren Bukan Sekadar Tempat Tinggal: Belajar Adab, Ilmu, dan Kehidupan.” Dalam materi tersebut, peserta diajak memahami pesantren bukan hanya sebagai tempat untuk menuntut ilmu atau menjalani kehidupan bersama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan adab, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pembelajaran kehidupan yang menekankan kedisiplinan serta tanggung jawab.

Sementara itu, Heru Diantoro menyampaikan materi “Santri Bisa Apa? Kisah Nyata dari Santri untuk Mahasantri.” Melalui perspektif dan pengalaman sebagai alumni santri yang kini mengasuh pondok pesantren, materi ini memberikan gambaran mengenai potensi santri dalam mengembangkan diri, berkontribusi di tengah masyarakat, serta menghadapi tantangan kehidupan dengan bekal ilmu, karakter, dan nilai-nilai pesantren.

Pengenalan Budaya Pesantren ini menjadi salah satu upaya Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung dalam memperkuat pemahaman mahasantri mengenai tradisi dan nilai-nilai kepesantrenan. Nilai religiusitas, pembentukan karakter, adab, kedisiplinan, dan integritas diharapkan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus, Ma’had, maupun masyarakat.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyongsong Hari Santri Nasional 2026 ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap dapat terus menumbuhkan semangat kesantrian di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, mahasantri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan berintegritas, sekaligus membawa nilai-nilai pesantren dalam kehidupan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Laksanakan Monitoring Tahsin Al-Qur’an dan PPI di Pondok Pesantren Mitra

Metro, 17 September 2026 — Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan Monitoring Tahsin Al-Qur’an dan Program Pembinaan Ibadah (PPI) pada Pondok Pesantren Mitra UPA. Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, di tiga pondok pesantren mitra, yaitu Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kota Metro, Pondok Pesantren Nurul Anwar Kota Metro, dan Pondok Pesantren Manbaul Huda, Lampung Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh tim Ma’had Al-Jami’ah yang terdiri atas Mudir Ma’had, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H.; Sekretaris Ma’had, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd.; serta Pengasuh Ma’had, Ustadz Sudirman, M.Sy. dan Dedi.

Monitoring dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Ma’had Al-Jami’ah dalam memastikan pelaksanaan program Tahsin Al-Qur’an dan PPI pada pondok pesantren mitra berjalan sesuai dengan tujuan dan ketentuan pembinaan yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi antara Ma’had Al-Jami’ah dengan pondok pesantren mitra.

Dalam kunjungannya, tim Ma’had Al-Jami’ah mendapat sambutan langsung dari pimpinan masing-masing pondok pesantren. Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Kota Metro, rombongan disambut oleh Kiyai Slamet Wahyudi. Sementara itu, di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kota Metro, tim Ma’had disambut langsung oleh Kiyai Muhammad Luthfi.

Selain melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program, tim Ma’had Al-Jami’ah juga berkesempatan berdialog dengan pihak pesantren terkait pelaksanaan pembinaan Tahsin Al-Qur’an dan PPI. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bertukar informasi, menyampaikan perkembangan program, serta membahas berbagai hal yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembinaan mahasiswa.

Dalam rangka mengenal lebih dekat lingkungan dan aktivitas pesantren mitra, tim Ma’had juga diajak berkeliling pondok pesantren. Rombongan melihat secara langsung berbagai fasilitas serta aktivitas pendidikan dan pembinaan yang berlangsung di lingkungan pesantren.

Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung dengan Pondok Pesantren Mitra UPA, sekaligus menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tahsin Al-Qur’an dan PPI. Melalui koordinasi yang baik antara kedua pihak, program pembinaan diharapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta penguatan praktik keagamaan.

 

Silaturrahim Pengelola dan Mahasantri Baru Ma’had Al-Jami’ah, Bangun Shilat-Qulub Menuju Program Pembinaan 2026/2027

Metro, 04 September 2026 — Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung menggelar kegiatan Silaturrahim antara Pengelola dengan Mahasantri Baru Ma’had Al-Jami’ah Tahun Akademik 2026/2027 Gelombang 1, Jumat (04/09/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.30 WIB tersebut dilaksanakan di Masjid Adzkiya, Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung.

Kegiatan silaturrahim ini dihadiri oleh jajaran Pengelola Ma’had Al-Jami’ah, para Asatidz, Musfyri, Mudabbir, serta Mahasantri Baru Tahun Akademik 2026/2027 Gelombang 1. Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk membangun kedekatan, kebersamaan, dan komunikasi antara seluruh unsur yang akan terlibat dalam proses pembinaan mahasantri selama berada di Ma’had Al-Jami’ah.

Dalam sambutannya, Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyampaikan harapan kepada para mahasantri baru agar dapat mengikuti seluruh rangkaian program pembinaan dengan penuh kesungguhan, kedisiplinan, dan semangat untuk belajar serta mengembangkan diri.

Beliau juga menyampaikan harapannya kepada para Asatidz dan seluruh pengelola agar dapat memberikan pendampingan dan pembinaan terbaik kepada para mahasantri. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh program yang disusun, tetapi juga oleh hubungan yang baik antara pembina dan mahasantri.

“Semoga pertemuan ini mampu memperkuat silaturahim dan shilat-qulub antara Asatidz dan Mahasantri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustadz Taufid memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar Program Pembinaan Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang akan dimulai pada Senin, 07 September 2026, dapat berjalan dengan baik.

Beliau berharap seluruh rangkaian pembinaan yang akan dilaksanakan mendapat ridha, keberkahan, dan kemaslahatan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan keilmuan, spiritualitas, karakter, dan kehidupan sosial-keagamaan para mahasantri.

Kegiatan silaturrahim berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum dalam membangun ikatan kebersamaan yang kuat antara pengelola, Asatidz, Musfyri, Mudabbir, dan Mahasantri dalam menjalankan seluruh program pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung.

Mantapkan Program Pembinaan Mahasantri, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Siapkan 15 Materi Pembelajaran

Metro, 02 September 2026 — Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung menggelar Rapat Pemantapan Program Pembinaan Mahasantri Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Rabu, 02 September 2026, pukul 13.00 WIB. Kegiatan dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh Pengasuh Ma’had, Asatidz/Tutor, Musyrif, serta Mudabbir.

Rapat dimoderatori oleh Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd. Dalam pembukaan kegiatan, Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.A., memberikan pengantar sekaligus arahan terkait pelaksanaan program pembinaan mahasantri pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.

Dalam rapat tersebut dipaparkan berbagai persiapan teknis dan materi pembelajaran yang akan menjadi bagian dari Program Pembinaan Mahasantri. Sebanyak 15 materi/kegiatan pembelajaran telah disiapkan dengan melibatkan para pengasuh dan tutor yang memiliki kompetensi pada bidang masing-masing.

Materi yang akan diberikan meliputi Kajian Fiqih: Kitab Safinatu Najah oleh Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.A.; Bahasa Arab oleh Khoirul Huda, M.Pd.; Praktik Sosial Keagamaan oleh Sudirman, M.Sy.; Penulisan Karya Ilmiah oleh Dedi Satriawan, M.Pd.; serta Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an oleh Saipulloh, M.A.

Selanjutnya, Kajian Akhlak: Kitab Ta’lim Muta’allim oleh Dr. Bairus Salim, M.Pd.I.; Praktik Fiqih Ibadah oleh Ulul Azmi Mustofa, M.S.I.; Muhadloroh ‘Ammah oleh Dr. A. Qomaruddin, M.Pd.I.; Bahasa Inggris oleh Ahmad Madzkur, Ph.D.; serta Khitobah/Public Speaking oleh Dr. Muhajir, M.Kom.I.

Program juga dilengkapi dengan Sholawat & Seni Hadroh oleh Ikhwan Nur Kholil; Tashih Al-Qur’an oleh Aftio Atha Kesuma; Vocabulary Bahasa Inggris oleh Muhammad Ilyas; dan Mufrodat Bahasa Arab oleh Akmal Haidir. Sementara Siti Mustaghfiroh, M.Phil turut menjadi bagian dari tim pengajar program pembinaan mahasantri.

Pelaksanaan pembelajaran dirancang berlangsung secara penuh selama satu pekan. Pada hari Senin hingga Kamis, kegiatan dilaksanakan pada waktu ba’da Subuh, ba’da Maghrib, dan ba’da Isya. Sementara pada Jumat hingga Ahad, pembinaan berlangsung mulai ba’da Subuh hingga ba’da Isya.

Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.A., berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan program secara konsisten dan terkoordinasi.

“Harapannya, program pembinaan ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas keilmuan, keterampilan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter dan kepribadian mahasantri. Target kita adalah setiap kegiatan dapat terlaksana secara optimal dan terukur, sehingga mahasantri memiliki bekal keagamaan, akademik, bahasa, dan keterampilan sosial yang lebih kuat.”

Melalui rapat pemantapan ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pembinaan yang terarah, intensif, dan berkelanjutan. Sinergi antara pengasuh, asatidz/tutor, musyrif, dan mudabbir diharapkan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan seluruh program pembinaan mahasantri pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Kenalkan Ma’had Al-Jami’ah kepada Mahasiswa Baru, Ma’had UIN Jusila Tekankan Penguatan Keislaman dan Karakter

Metro, 31 Agustus 2026 — Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung memperkenalkan peran, program, serta berbagai layanan pembinaan keislaman kepada mahasiswa baru dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Jurai Siwo Lampung, Ahad (30/8/2026).

Pemaparan materi pengenalan Ma’had Al-Jami’ah disampaikan oleh Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., selaku Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, bertempat di Gedung Academic Center Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung.

Dalam pemaparannya, Khoirul Huda menjelaskan bahwa Ma’had Al-Jami’ah merupakan Unit Penunjang Akademik UIN Jurai Siwo Lampung yang hadir untuk mendukung perkembangan wawasan dan pengetahuan keislaman seluruh sivitas akademika. Selain itu, Ma’had memiliki peran dalam pembentukan karakter Islami mahasiswa secara menyeluruh.

Ia juga memperkenalkan sejumlah program utama Ma’had Al-Jami’ah kepada mahasiswa baru, di antaranya Program Tahsin Al-Qur’an dan Praktik Pengamalan Ibadah (PPI) yang wajib diikuti seluruh mahasiswa selama dua semester. Program tersebut mencakup pembelajaran Al-Qur’an serta praktik pengamalan ibadah.

Selain program reguler, Ma’had juga menyelenggarakan Pembinaan Mahasantri bagi mahasiswa penghuni asrama, Tasmi’ Akbar sebagai agenda ujian dan hafalan Al-Qur’an serta Nadhom Aqidatul Awam, serta Kajian Al-Qur’an dan Kitab Kuning sebagai bagian dari penguatan fondasi keilmuan Islam.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan visi Ma’had Al-Jami’ah, yakni mewujudkan lembaga pendidikan Islami dan Qur’ani dengan mengintegrasikan aspek sosio-eco-technoprenership berdasarkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Misi tersebut diwujudkan melalui integrasi keilmuan agama dan umum, pembinaan mahasiswa yang berwawasan keislaman, keindonesiaan dan kemodernan, serta penciptaan lingkungan Islami dengan menerapkan disiplin pesantren.

Khoirul Huda turut menjelaskan mekanisme mengikuti Program Pembinaan Keagamaan Ma’had Al-Jami’ah, yang dapat diawali dengan pendaftaran secara daring melalui portal SISMIK, dilanjutkan dengan tes penempatan untuk menentukan level pembelajaran, kemudian mahasiswa mengikuti pembelajaran sesuai jadwal yang tersedia.

Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa baru diharapkan semakin mengenal keberadaan dan fungsi Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan UIN Jurai Siwo Lampung. Kehadiran Ma’had diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi keislaman sekaligus membangun karakter yang selaras dengan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Hadiri MUNAS XIII Mudir Ma’had dan Musabaqah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia 2026

Metro, 20 Agustus 2026 — Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., turut menghadiri rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS) XIII Mudir Ma’had dan Musabaqah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada 18 s.d 19 Agustus 2026.

Kegiatan nasional yang mempertemukan para Mudir Ma’had Al-Jami’ah dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, membangun jejaring antarma’had, serta membahas berbagai agenda strategis terkait pengembangan Ma’had Al-Jami’ah di lingkungan PTKIN.

MUNAS juga menjadi ruang bersama bagi para pengelola Ma’had untuk bertukar gagasan dan pengalaman dalam pelaksanaan pembinaan mahasiswa. Berbagai isu strategis mengenai kelembagaan, program pembinaan keagamaan, penguatan peran Ma’had, hingga koordinasi antar-Ma’had menjadi bagian penting dalam forum tersebut.

Kehadiran Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menjadi bagian dari komitmen Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung untuk terus terlibat aktif dalam forum-forum nasional yang berkaitan dengan pengembangan Ma’had Al-Jami’ah. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan memperkuat komunikasi dengan para Mudir Ma’had dari berbagai PTKIN di Indonesia.

 

Selain menjadi forum silaturahmi nasional, MUNAS XIII juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satu fokus utama yang mengemuka adalah penguatan kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah agar memiliki kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan, dan tanggung jawab yang semakin jelas dalam struktur PTKIN.

Rekomendasi tersebut antara lain mendorong penguatan kedudukan Ma’had Al-Jami’ah dalam struktur PTKIN, standardisasi kelembagaan secara nasional, peningkatan status kelembagaan sesuai kebutuhan masing-masing perguruan tinggi, serta pemberian kepastian hak dan tunjangan bagi para pengelola Ma’had sesuai tugas, tanggung jawab, dan kinerja yang dilaksanakan.

Dalam bidang penguatan peran strategis, Ma’had Al-Jami’ah juga diarahkan untuk menjadi pusat pembinaan dan uji kompetensi keagamaan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan civitas akademika PTKIN. Selain itu, diperlukan standar program pembinaan dan kelulusan Ma’had yang dapat menjadi acuan bersama bagi PTKIN se-Indonesia.

Salah satu rekomendasi penting lainnya adalah menjadikan Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian dari proses pembinaan akademik dan keagamaan mahasiswa, termasuk sebagai salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk mengikuti KKN, ujian komprehensif, dan/atau munaqasyah. Hal ini menunjukkan semakin pentingnya posisi Ma’had dalam mendukung pembentukan karakter dan kompetensi keislaman mahasiswa PTKIN.

Penutupan Dihadiri Pimpinan Pendidikan Islam

Rangkaian kegiatan MUNAS resmi ditutup di Hotel Luwansa Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). Hadirnya para tokoh dan pimpinan pendidikan Islam semakin menegaskan pentingnya forum tersebut sebagai ruang konsolidasi dan penguatan peran Ma’had Al-Jami’ah secara nasional.

Penutupan dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah H. Muhammad Yusi Abdhian, S.H.I., M.H.I., serta Rektor UIN Palangka Raya Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I. Turut hadir jajaran pimpinan UIN Palangka Raya yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Selain itu, turut hadir Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Al-Jami’ah Nasional (AMMAN), Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., Penasihat AMMAN Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, L.C., M.A., para Mudir Ma’had Al-Jami’ah se-Indonesia, serta seluruh peserta Musabaqah Ilmiyah Ma’had Al-Jami’ah se-Indonesia.

Kehadiran para pimpinan dan tokoh pendidikan Islam tersebut menjadi penanda bahwa pengembangan Ma’had Al-Jami’ah mendapatkan perhatian penting dalam ekosistem pendidikan tinggi Islam. Ma’had tidak hanya dipandang sebagai tempat pembinaan keagamaan mahasiswa, tetapi juga sebagai bagian strategis dalam membentuk karakter, kompetensi keislaman, dan budaya akademik mahasiswa PTKIN.

Memperkuat Jejaring Ma’had Al-Jami’ah

Bagi Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, keikutsertaan dalam MUNAS XIII menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan Ma’had Al-Jami’ah PTKIN lainnya. Interaksi dan pertukaran pengalaman dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam pengembangan program pembinaan mahasiswa di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Melalui forum nasional ini, para Mudir Ma’had juga memiliki ruang untuk menyatukan langkah dan membangun koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan Ma’had Al-Jami’ah. Penguatan organisasi AMMAN sebagai wadah komunikasi dan koordinasi nasional menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut.

 

MUNAS XIII Mudir Ma’had dan Musabaqah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia Tahun 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda pertemuan tahunan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk membangun arah pengembangan Ma’had Al-Jami’ah yang lebih kuat, terarah, dan berkelanjutan.

Keikutsertaan Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., diharapkan semakin memperkuat kontribusi Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung dalam jejaring nasional Ma’had PTKIN serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pembinaan keagamaan dan karakter mahasiswa.

MUNAS Mudir Ma’had PTKIN se-Indonesia 2026 Hasilkan Rekomendasi Penguatan Kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah

Metro, 20 Agustus 2026 — Musyawarah Nasional (MUNAS) Mudir Ma’had Al-Jami’ah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2026 menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat kelembagaan dan peran Ma’had Al-Jami’ah di lingkungan PTKIN.

Forum nasional tersebut menjadi ruang bersama bagi para Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN untuk membahas posisi, fungsi, kewenangan, serta pengembangan Ma’had sebagai bagian strategis dalam pembinaan mahasiswa. Berdasarkan laporan hasil sidang pleno, Ma’had Al-Jami’ah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, kompetensi keagamaan, dan budaya akademik mahasiswa PTKIN.

Namun demikian, pelaksanaan fungsi strategis tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan, antara lain perbedaan struktur kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah antar-PTKIN serta belum seragamnya hak dan tunjangan bagi para pengelola Ma’had. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap belum optimalnya pelaksanaan fungsi strategis Ma’had dalam mendukung pencapaian visi dan misi PTKIN.

Atas dasar itu, MUNAS Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia Tahun 2026 menempatkan penguatan kelembagaan sebagai kebutuhan mendasar dan prioritas yang perlu mendapat perhatian Kementerian Agama. Penguatan tersebut juga dipandang perlu diikuti dengan penguatan kewenangan, standardisasi program pembinaan, kepastian hak pengelola, serta penguatan organisasi AMMAN (Asosiasi Mudir Ma’had Al-Jami’ah Nasional) sebagai wadah koordinasi nasional Ma’had Al-Jami’ah.

Lima Rekomendasi Penguatan Kelembagaan

Dalam rekomendasi yang dihasilkan, terdapat sejumlah poin penting terkait penguatan kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah. Adapun lima rekomendasi tersebut ialah:

  1. Memperjelas kedudukan Ma’had Al-Jami’ah dalam struktur PTKIN sehingga memiliki tugas, fungsi, kewenangan, dan tanggung jawab yang jelas.
  2. Memasukkan Ma’had Al-Jami’ah dalam ORTAKER PTKIN dengan struktur yang terstandardisasi secara nasional dan mengacu pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1595 Tahun 2021.
  3. Mendorong peningkatan status kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah sehingga memiliki kedudukan yang setara dengan fakultas atau lembaga pada PTKIN sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing perguruan tinggi.
  4. Menetapkan standar minimal kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah agar terdapat kesamaan dasar dalam struktur, tugas, fungsi, dan tata kelolanya di seluruh PTKIN.
  5. Memberikan kepastian hak dan tunjangan bagi pengelola Ma’had Al-Jami’ah sesuai dengan tugas, tanggung jawab, dan kinerja yang dilaksanakan.

Penguatan Otoritas dan Peran Strategis

Selain aspek kelembagaan, MUNAS juga merekomendasikan penguatan otoritas dan peran strategis Ma’had Al-Jami’ah. Salah satunya dengan menjadikan Ma’had sebagai pusat pembinaan dan uji kompetensi keagamaan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan Sivitas Akademika PTKIN.

Forum tersebut juga mendorong penyusunan standar program pembinaan dan kelulusan Ma’had Al-Jami’ah yang dapat menjadi acuan bersama bagi seluruh PTKIN. Selain itu, Ma’had Al-Jami’ah diarahkan menjadi salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk mengikuti KKN, ujian komprehensif, dan/atau munaqasyah.

Rekomendasi lainnya diarahkan pada penguatan organisasi AMMAN sebagai wadah komunikasi dan koordinasi para Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN secara nasional. Untuk itu, diperlukan fasilitasi legalitas AMMAN serta pertemuan dan konsolidasi secara berkala, minimal setiap triwulan atau semester.

AMMAN juga didorong untuk menghadirkan kajian Masail Waqi’iyah dalam setiap MUNAS sebagai ruang untuk membahas dan merespons isu-isu aktual yang berkaitan dengan Ma’had Al-Jami’ah dan kehidupan keagamaan.

Menuju Kebijakan Nasional yang Lebih Terukur

Rekomendasi hasil MUNAS selanjutnya disampaikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam sebagai bahan pertimbangan dan tindak lanjut kebijakan nasional. Forum tersebut memandang bahwa penguatan kelembagaan merupakan prasyarat utama bagi penguatan peran dan fungsi Ma’had Al-Jami’ah.

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan nasional yang memberikan kepastian terhadap kedudukan, struktur, kewenangan, status, pembiayaan, serta hak dan tanggung jawab pengelola Ma’had Al-Jami’ah pada seluruh PTKIN.

Melalui rekomendasi tersebut, para Mudir Ma’had berharap penguatan kelembagaan dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan terukur. Dengan kelembagaan yang semakin kuat dan terarah, Ma’had Al-Jami’ah diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya secara optimal dalam membentuk lulusan PTKIN yang memiliki kompetensi keislaman, karakter, dan integritas yang kuat.

 

HASIL SELEKSI MAHASANTRI BARU MA’HAD AL-JAMI’AH UIN JURAI SIWO LAMPUNG GELOMBANG I TAHUN AKADEMIK 2026/2027

Berdasarkan hasil seleksi dan penilaian yang telah dilaksanakan oleh Tim Seleksi Calon Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung pada 18 Agustus 2026, maka berikut kami sampaikan nama-nama calon Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027 yang dinyatakan LULUS/DITERIMA.

unduh file berikut ini:

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasantri 2026 – Gelombang I