Rapat Koordinasi Penguatan Literasi BTQ bagi Dosen dan Tendik UIN Jurai Siwo Lampung Digelar Secara Daring

Metro, 17 Februari 2026 — Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menggelar rapat koordinasi rencana Program Penguatan Literasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (tendik) pada Selasa, 17 Februari 2026. Rapat dilaksanakan secara daring melalui Google Meeting sebagai langkah awal implementasi program strategis peningkatan kompetensi keislaman sivitas akademika.

Rapat dihadiri oleh unsur pimpinan universitas yang diwakili Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Yudianto, M.Pd.; Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H.; Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd.; serta para asatidz koodinator bidang-bidang pengelola Ma’had Al-Jami’ah.

Dalam sambutan dan arahannya, Wakil Rektor II menyampaikan bahwa program Penguatan Literasi BTQ merupakan salah satu hasil keputusan Rapat Kerja Pimpinan UIN Jurai Siwo Lampung yang dilaksanakan pada 09–13 Februari 2026 lalu. Beliau juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, yang disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting.

“Program Penguatan Literasi BTQ bagi Dosen dan Tendik merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Pimpinan UIN Jurai Siwo Lampung serta arahan Direktur Diktis Kementerian Agama RI. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh sivitas akademika memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis Al-Qur’an secara baik dan benar,” ujar Dr. Yudianto.

Rapat selanjutnya dimoderatori oleh Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., dan dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah. Dalam paparannya, Mudir Ma’had menjelaskan aspek teknis pelaksanaan program serta pentingnya penguatan legalitas.

“Program ini perlu diperkuat dengan legal standing yang jelas melalui Surat Keputusan Rektor, mencakup pedoman pelaksanaan, struktur pengelola, penguji atau pendamping, serta ketentuan peserta,” jelas Ustadz Taufid Hidayat Nazar.

Ia juga memaparkan bahwa pelaksanaan program akan diawali dengan Placement Test untuk mengklasifikasikan kemampuan dosen dan tendik dalam membaca dan menulis Al-Qur’an. Hasil klasifikasi tersebut akan menjadi dasar pembagian kelas sesuai tingkat kemampuan, yang kemudian diikuti program pendampingan intensif dan berkelanjutan.

“Setelah dilakukan pemetaan kemampuan melalui placement test, peserta akan dikelompokkan berdasarkan tingkat kemahiran. Pendampingan intensif akan dilakukan agar peningkatan kompetensi berlangsung efektif dan terukur,” tambahnya.

Direncanakan, placement test akan dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual yang tepat untuk memperkuat kedekatan sivitas akademika dengan Al-Qur’an.

Program Penguatan Literasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan program pembinaan kompetensi dasar keislaman yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, memperbaiki makhraj huruf, memahami dasar-dasar penulisan huruf Arab, serta menumbuhkan budaya literasi Qur’ani di lingkungan kampus.

Secara konseptual, literasi BTQ tidak hanya menekankan aspek teknis membaca, tetapi juga mencakup: Ketepatan tajwid dan makhraj dalam membaca Al-Qur’an; Kemampuan menulis huruf Arab (imla’) dengan benar; Pemahaman dasar struktur bacaan Al-Qur’an; Internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam etos kerja dan pelayanan; Penguatan identitas keislaman institusi PTKIN.

Adapun tujuan utama program ini meliputi: 1. Meningkatkan kompetensi baca tulis Al-Qur’an dosen dan tenaga kependidikan; 2. Menstandarkan kemampuan literasi Qur’ani sebagai bagian dari budaya akademik Islami; 3. Mendukung penguatan karakter spiritual dan integritas moral sivitas akademika; 4. Mewujudkan lingkungan kampus yang religius, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an; dan 5. Mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama dan kompetensi keislaman aparatur PTKIN.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan program Penguatan Literasi BTQ dapat berjalan sistematis, terukur, dan berkelanjutan, serta menjadi fondasi penting dalam penguatan karakter religius di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *