Rektor Resmikan Pengelola dan Program Pembinaan Santri Ma’had Al-Jami’ah

Metro, 22 Oktober 2025 — Dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025, Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung secara resmi meluncurkan Pengelola dan Program Pembinaan Santri Ma’had Al-Jami’ah pada Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB di Lapangan Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung.

Peluncuran ini didasarkan pada Keputusan Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Nomor 668 Tahun 2025 tentang Pengelola Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung Periode 2025–2029. Sebanyak 36 orang pengelola Ma’had ditetapkan untuk menjalankan fungsi pembinaan keagamaan dan kepesantrenan di lingkungan kampus.

Sebagai simbolis, Mudir Ma’had, Ustadz Taufid Hidayat, Lc., M.H., dan Sekretaris Ma’had, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., menerima secara langsung Surat Keputusan (SK) yang diserahkan oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons. Prosesi penyerahan SK ini disaksikan oleh jajaran Wakil Rektor I, II, dan III; Kepala Biro; para Dekan fakultas; Direktur Pascasarjana; dosen; tenaga kependidikan; serta mahasiswa penerima beasiswa KIP.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Ida Umami menyampaikan rasa syukur dan bangga atas langkah besar UIN Jurai Siwo Lampung yang kini secara resmi memiliki asrama dan sistem pembinaan santri internal. Beliau menuturkan bahwa pembentukan Ma’had Al-Jami’ah yang mandiri menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kampus yang unggul dalam integrasi ilmu, iman, dan akhlak.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama kita menitipkan santri pada pesantren mitra di Metro dan sekitarnya, kini UIN Jurai Siwo Lampung resmi memiliki asrama sendiri untuk membina mahasiswa secara langsung. Ini merupakan momentum bersejarah yang menandai kesungguhan kita dalam mencetak generasi santri intelektual yang berkarakter islami dan berdaya saing global,” ungkap Rektor dalam sambutannya.

Selain penyerahan SK pengelola, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penetapan 22 mahasiswa penerima beasiswa KIP sebagai Santri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung untuk pertama kalinya. Mereka merupakan hasil seleksi ketat yang dilaksanakan oleh tim Ma’had dan ditetapkan sebagai bagian dari program pilot project pembinaan santri yang akan menetap di asrama kampus 1 selama satu tahun pembinaan intensif.

Nama-nama santri tersebut dibacakan oleh Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd. Satu per satu mahasiswa yang dipanggil maju ke tengah lapangan menerima pengalungan sorban hijau dari Rektor sebagai simbol pengukuhan mereka sebagai santri resmi Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung. Momen penuh haru dan kebanggaan itu disambut tepuk tangan seluruh peserta upacara.

Dalam sambutannya, Ustadz Taufid Hidayat menegaskan bahwa Ma’had Al-Jami’ah hadir sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa. Program yang dirancang tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan keagamaan seperti tahsin, tahfidz, dan kajian kitab klasik, tetapi juga penguatan soft skill, kepemimpinan, dan kedisiplinan sebagai bekal menghadapi dunia global.

“Kami ingin membentuk santri kampus yang berilmu, berakhlak, dan berperan aktif dalam masyarakat. Pembinaan ini bukan hanya tentang ritual keagamaan, tapi juga tentang pembentukan mental tangguh, disiplin, dan rasa tanggung jawab,” ujar Mudir Ma’had.

Peluncuran pengelola dan program santri Ma’had Al-Jami’ah ini menjadi bagian penting dalam visi UIN Jurai Siwo Lampung untuk menjadi universitas Islam unggul berdaya saing global, yang menyiapkan generasi santri modern — kokoh dalam iman, luas dalam ilmu, dan luhur dalam akhlak.

Gelar Istighosah Hari Santri 2025: Doa Bersama untuk Keberkahan Bangsa dan Kemajuan Umat

Metro, 22 Oktober 2025 — Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025, Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan Istighosah dan Doa Bersama pada Rabu, 22 Oktober 2025, bertempat di Gedung GSG Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung. Kegiatan dimulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIB dan diikuti secara khidmat oleh seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika universitas.

Kegiatan istighosah ini dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat, Lc., M.H., yang juga PIC kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2025. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons., beserta jajaran Wakil Rektor I, II, dan III; Kepala Biro; para Dekan fakultas; Direktur Pascasarjana; dosen; tenaga kependidikan; serta mahasiswa penerima beasiswa KIP.

Pelaksanaan Istighosah ini bertujuan untuk memanjatkan doa bersama memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi Sivitas Akademika UIN Jurai Siwo Lampung dalam menunaikan tugas-tugas keilmuan dan pengabdian. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meneguhkan nilai-nilai kepesantrenan di lingkungan kampus.

Dalam wawancara terpisah, Ustadz Taufid Hidayat menyampaikan bahwa istighosah merupakan wujud refleksi dan muhasabah diri bagi seluruh umat Islam, khususnya para santri dan akademisi, agar senantiasa menggantungkan segala urusan kepada Allah SWT.

“Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga moralitas bangsa. Melalui istighosah ini, kita memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan lahir batin dalam mengawal Indonesia menuju peradaban dunia yang berkeadaban dan berkeilmuan,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Lantunan doa, dzikir, serta pembacaan shalawat menggema di seluruh ruangan, menciptakan suasana spiritual yang mendalam. Para peserta tampak khusyuk memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan UIN Jurai Siwo Lampung terus diberi keberkahan dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi.

Rektor, Prof. Ida Umami turut menyampaikan apresiasinya kepada Unit Ma’had Al-Jami’ah yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus. Beliau menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti istighosah menjadi ruang spiritual yang penting dalam membangun karakter sivitas akademika yang berakhlak, religius, dan berkomitmen terhadap kemajuan umat.

“Istighosah ini mengajarkan kita untuk selalu memulai setiap langkah dengan doa dan keikhlasan. Semoga semangat Hari Santri ini menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang damai, berilmu, dan berperadaban,” tuturnya.

Rangkaian Istighosah Hari Santri 2025 menutup agenda peringatan hari bersejarah ini di UIN Jurai Siwo Lampung dengan suasana penuh haru dan syukur. Para peserta meninggalkan ruangan dengan semangat baru untuk melanjutkan perjuangan para santri terdahulu—mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia yang berkeadilan dan berkeimanan.

UIN Jurai Siwo Lampung Gelar Upacara Hari Santri 2025: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

Metro, 22 Oktober 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 pada Rabu, 22 Oktober 2025, bertempat di Lapangan Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB ini merupakan salah satu program Unit Ma’had Al-Jami’ah yang diikuti oleh seluruh sivitas akademika universitas.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons., yang bertindak sebagai pembina upacara, serta jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I, II, dan III; Kepala Biro; para Dekan fakultas; Direktur Pascasarjana; dosen; tenaga kependidikan; serta mahasiswa penerima beasiswa KIP.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Prof. Ida Umami membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Dalam amanatnya, Menteri Agama menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkemajuan.

“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga agen perubahan yang berkontribusi nyata dalam mengawal kemerdekaan dan mewujudkan Indonesia sebagai bangsa berperadaban dunia,” demikian kutipan dari amanat Menteri Agama yang dibacakan oleh Rektor.

Suasana upacara berlangsung penuh semangat dan reflektif. Para peserta mengenakan busana khas santri — baju koko dan sarung bagi laki-laki serta busana muslimah bagi perempuan — menambah kekhidmatan suasana. Lagu Hymne Hari Santri turut dikumandangkan, menggugah rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap jati diri santri.

Turut hadir Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat, Lc., M.H. Diwawancarai setelah upacara, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan dan antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa Ma’had Al-Jami’ah berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kepesantrenan di lingkungan kampus UIN Jurai Siwo Lampung melalui pembinaan keagamaan, kegiatan literasi Islam, serta program pembentukan karakter mahasiswa.

“Semangat Hari Santri harus menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika UIN Jurai Siwo Lampung untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ustadz Taufid Hidayat.

Upacara Hari Santri 2025 ini menjadi momentum penting bagi UIN Jurai Siwo Lampung untuk meneguhkan kembali identitasnya sebagai kampus yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh sivitas akademika semakin menyadari peran penting santri dan akademisi dalam menjaga semangat kebangsaan, mengawal kemerdekaan, dan memajukan peradaban dunia melalui ilmu pengetahuan dan akhlak mulia.

Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP UIN Jurai Siwo Lampung Ikuti Tes Wawancara Seleksi Santri Ma’had Al-Jami’ah

Metro, 15 Oktober 2025 — Sebanyak 40 mahasiswa baru UIN Jurai Siwo Lampung Angkatan 2025 penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) mengikuti tes wawancara seleksi santri Ma’had Al-Jami’ah, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di ruang Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung dengan suasana khidmat dan penuh semangat.

Tim penguji dalam seleksi ini terdiri dari Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, serta dua penguji lainnya yaitu Ustadz Khoirul Huda dan Ustadz Sudirman. Mereka menilai aspek kepribadian, kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman dasar agama, serta kesiapan peserta untuk mengikuti kehidupan pesantren di lingkungan kampus.

Tes wawancara ini bertujuan untuk menjaring 30 mahasiswa terbaik yang akan diterima sebagai santri Ma’had Al-Jami’ah. Para santri terpilih nantinya akan tinggal di asrama dalam kampus selama satu tahun untuk mengikuti berbagai program pembinaan keagamaan, kedisiplinan, dan pengembangan karakter Islami.

Menurut Mudir Ma’had, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual yang seimbang.

“Mahasiswa penerima KIP bukan hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki pondasi agama yang kuat, akhlak yang mulia, serta kedisiplinan hidup yang tinggi. Ma’had Al-Jami’ah menjadi wadah pembentukan insan berilmu dan beradab,” ujarnya.

Rangkaian Program dan Kurikulum Ma’had Al-Jami’ah

Program pendidikan di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung mengacu pada kurikulum integratif yang menggabungkan pembelajaran agama, pengembangan karakter, serta pembinaan soft skill mahasiswa. Kurikulum tersebut antara lain meliputi:

  1. Tahsin dan Tahfidzul Qur’an — peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan tajwid yang benar.

  2. Fiqih Ibadah dan Muamalah — pembelajaran praktik ibadah dan etika bermuamalah sesuai syariat Islam.

  3. Aqidah dan Akhlak — penguatan nilai keimanan dan pembentukan kepribadian Islami yang berakhlakul karimah.

  4. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Intensif — penguasaan bahasa asing sebagai bekal akademik dan profesional di masa depan.

  5. Kepemimpinan dan Public Speaking Islami — pelatihan berbicara di depan umum dan kepemimpinan berbasis nilai-nilai keislaman.

  6. Kajian Kitab Kuning — pembacaan dan pemahaman teks klasik Islam untuk memperdalam khazanah keilmuan pesantren.

  7. Kegiatan Keasramaan dan Pengabdian Sosial — melatih tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial mahasiswa.

Melalui program Ma’had Al-Jami’ah, mahasiswa penerima KIP diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat. Kehidupan di asrama melatih mereka hidup sederhana, disiplin, serta menghargai kebersamaan dalam keberagaman.

Selain itu, program ini memberi manfaat nyata seperti:

  • Pembinaan akhlak dan spiritualitas secara intensif.

  • Bimbingan belajar dan mentoring akademik bagi penerima KIP agar sukses kuliah.

  • Pelatihan kepemimpinan dan komunikasi efektif untuk mempersiapkan mereka menjadi duta kampus.

  • Pembiasaan ibadah berjamaah dan kegiatan keagamaan rutin seperti qiyamul lail, kajian tafsir, dan dzikir bersama.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa baru.

“Kami ingin mahasiswa penerima KIP tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga menjadi contoh teladan bagi mahasiswa lainnya dalam hal akhlak dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Dengan adanya seleksi dan pembinaan ini, UIN Jurai Siwo Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda Islam yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Hasil akhir dari tes wawancara akan diumumkan pekan depan, dan 30 mahasiswa terpilih akan segera menempati asrama Ma’had Al-Jami’ah yang direncanakan mulai akhir Oktober 2025.

Ma’had Al-Jami’ah Perkenalkan Profil di PBAK UIN Jurai Siwo Lampung

Metro, 21 Agustus 2025 – Suasana di Gedung Academic Center Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung pada Kamis (21/8/2025) terasa berbeda dari biasanya. Ratusan mahasiswa baru tampak antusias mengikuti sesi khusus yang diisi oleh Ma’had Al-Jami’ah, unit kerja yang menjadi salah satu pilar pembinaan spiritual dan intelektual di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Sesi ini dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., yang juga didampingi oleh para Asatidz yaitu Ustadz Sudirman, Khoirul Huda, dan Dedi Satriawan. Dengan gaya tutur yang hangat Ustadz Taufid, ia memperkenalkan profil lembaga yang selama ini berperan menanamkan nilai ke-Islam-an sekaligus membentuk karakter mahasiswa.

“Ma’had Al-Jami’ah hadir bukan hanya untuk mendidik, tapi juga menemani perjalanan intelektual kalian dengan sentuhan ruhani,” ujarnya di hadapan peserta PBAK.

Dalam pemaparannya, Ustadz Taufid menjelaskan visi Ma’had Al-Jami’ah: “Menjadi lembaga pendidikan Islami dan qurani yang mampu mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman serta keindonesiaan”.

Misi lembaga ini tidak sederhana. Ma’had ingin membina mahasiswa agar memiliki wawasan keislaman yang kokoh, keindonesiaan yang kuat, serta kemodernan yang adaptif. “Kami ingin menciptakan lingkungan islami di kampus dengan disiplin pesantren yang tetap sejalan dengan visi UIN Jurai Siwo Lampung,” tutur Mudir.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai program pembinaan. Mulai dari dirasatul diniyyah (kajian keagamaan), qiroatul kutub (membaca dan memahami kitab kuning), hingga hadhroh yang mengasah tradisi islami. Selain itu, ada pula tahsin dan tahfidz Al-Quran intensif, praktik pengamalan ibadah, serta literasi tentang moderasi beragama dan kebangsaan.

“Semua program ini bertujuan membentuk insan yang seimbang: cerdas secara akademik, kuat secara spiritual, dan peka terhadap realitas sosial,” jelas Ustadz Taufid.

Sesi pemaparan tidak berlangsung kaku. Ustadz Taufid sengaja menghadirkan interaksi dengan memberikan kuis singkat kepada mahasiswa baru. Tantangannya sederhana: membaca huruf gundul dan melanjutkan ayat Al-Quran. Suasana pun seketika mencair ketika para peserta mencoba menjawab dengan penuh semangat.

Dua mahasiswa berhasil menjawab dengan tepat dan berhak mendapatkan hadiah mushaf Al-Quran langsung dari Mudir. Riuh tepuk tangan menggema di ruangan, menandai semangat kebersamaan antara pengasuh Ma’had dan para mahasiswa baru.

Menutup pemaparannya, Ustadz Taufid menekankan bahwa keberadaan Ma’had Al-Jami’ah adalah untuk mendampingi mahasiswa baru dalam perjalanan akademiknya. Ia mengingatkan pentingnya disiplin, kebersamaan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Ilmu saja tidak cukup tanpa nilai, dan ibadah tidak lengkap tanpa pemahaman. Di sinilah Ma’had ingin hadir: mengintegrasikan keduanya, sehingga lahir generasi yang religius, moderat, dan siap berkontribusi untuk bangsa,” pungkasnya.

Bagi mahasiswa baru, pengenalan Ma’had Al-Jami’ah di PBAK bukan sekadar sesi formal, melainkan pintu masuk untuk memahami budaya akademik kampus yang berakar pada tradisi pesantren. Kehadiran Ma’had diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi mereka—tempat belajar, berproses, dan mengasah diri tidak hanya sebagai insan akademis, tetapi juga insan berkarakter.

Dengan semangat itu, wajah kampus UIN Jurai Siwo Lampung ke depan diwarnai bukan hanya oleh dinamika intelektual, tetapi juga denyut kehidupan pesantren yang hidup di tengah mahasiswa.

(DS)

Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Jajaki Kerjasama Strategis dengan Pesantren Mitra di Sekitar Kampus

Metro, 02 Agustus 2025 – Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung tengah menjajaki kerjasama strategis dengan sejumlah pesantren mitra yang berada di sekitar lingkungan kampus. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan karakter dan spiritual mahasiswa melalui sinergi antara institusi perguruan tinggi dan pondok pesantren.

Kegiatan penjajakan tersebut dilaksanakan pada Kamis (31/7) hingga Jumat (1/8). Tim Ma’had yang terdiri dari Mudir Ma’had, Taufid Hidayat Nazar, serta para pengasuh Ma’had, yakni Sudirman dan Khairul Huda, melakukan kunjungan langsung ke beberapa pondok pesantren yang berpotensi menjadi mitra strategis.

Pada hari pertama, Tim Ma’had mengawali kunjungan ke Pondok Pesantren ‘Aisyiyah Imadul Bilad di Kota Metro dan diterima langsung oleh pengasuh pondok, M. Samson Fajar. Kunjungan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Daaul ‘Ulya, yang juga berlokasi di Metro. Hari berikutnya, tim melanjutkan agenda ke Pondok Pesantren Hidayatul Quran yang diasuh oleh Kiyai Jalaluddin Duritno, dan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Darussalam yang diasuh oleh Kiyai Ya’qub, dan Nyai Nur Faizah, keduanya berlokasi di Banjarrejo, Lampung Timur. Di setiap lokasi, tim Ma’had disambut hangat oleh para pengasuh pesantren.

Menurut Mudir Ma’had Al-Jamiah, langkah ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk nyata dari komitmen UIN Jurai Siwo Lampung untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif. “Penjajakan ini merupakan tahap awal dalam membangun sinergi kampus dan pesantren. Ke depannya, kami berharap kerjasama yang diformalkan dalam nota kesepahaman (MoU) mampu melahirkan mahasiswa-mahasantri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan keislaman dan keindonesiaan yang kuat,” jelasnya.

Tim Ma’had juga menggali informasi secara mendalam terkait profil lembaga pesantren, program unggulan, fasilitas, hingga sistem pembiayaan. Dialog yang berlangsung dalam suasana akrab ini menjadi sarana penting untuk memastikan bahwa kerjasama yang terjalin kelak bersifat dua arah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

“Pesantren bukan hanya mitra administratif, tetapi mitra strategis dalam mendampingi mahasiswa menjalani kehidupan kampus. Harapan kami, mahasiswa yang ditempa dalam ekosistem kolaboratif ini akan tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual serta sosial,” tambahnya.

Sambutan positif datang dari para pengasuh pesantren yang dikunjungi. Mereka menyatakan kesiapan untuk membuka ruang sinergi dengan UIN Jurai Siwo Lampung, demi membangun pendidikan Islam yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sinergi antara kampus dan pesantren diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat yang bermoral dan berdaya saing. Akhirnya, Besar harapan seluruh pihak, sinergi kampus-pesantren mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, ramah, dan terus berkembang demi kemaslahatan bersama.

–o0o–

UIN Jurai Siwo Lampung Tegaskan Komitmen Kolaborasi dengan Pesantren Lewat Haflah Akhirussanah di Ponpes Mamba’ul Ulum

Metro, 13 Juli 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama dengan pesantren melalui partisipasi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Akla, dalam acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum di Kota Metro, Sabtu (12/07/2025). Ia turut didampingi oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H.

Dimulai pada pukul 08.30 WIB, acara ini menjadi penutup tahun ajaran pesantren dan menjadi panggung apresiasi terhadap para santri, termasuk 19 mahasiswa UIN Jusila yang mengikuti program pembinaan kepesantrenan melalui kerja sama antara Ma’had Al-Jami’ah dan Ponpes Mamba’ul Ulum. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para mahasiswa menampilkan kemampuan hafalan dan ilmu kepesantrenan, seperti Qira’atul Qur’an bil Hifzi, hafalan Kitab Amtsilatut Tashrifiyah, Kitab Alaa Alaa, hingga Aqidatul Awwam. Penampilan mereka menuai pujian dari para tamu, pengasuh pondok, wali santri, hingga pimpinan pesantren mitra.

Dalam sambutannya, Prof. Akla mengungkapkan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Ponpes Mamba’ul Ulum dalam mendidik mahasiswa UIN Jusila. Ia menekankan bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat pembelajaran ilmu agama, tetapi juga wadah pembentukan karakter, akhlak, dan spiritualitas mahasiswa.

“Pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga menempa kepribadian. Inilah bekal utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan kerja sama antara perguruan tinggi dan pesantren untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan teknologi dengan nilai-nilai religius.

Sebagai tanda berakhirnya program pembinaan, Prof. Akla secara simbolis menerima kembali 19 mahasiswa peserta program, sembari menitipkan harapan agar semangat dan nilai-nilai pesantren tetap melekat dalam kehidupan mereka di kampus dan masyarakat luas.

Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Taufid Hidayat Nazar, sebagai bentuk penguatan sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pesantren dalam melahirkan generasi berilmu dan berakhlak luhur.

Istighotsah Jelang Akreditasi Perguruan Tinggi

Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Rektor dan Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung mengadakan Mujahadah dan Istighosah bersama mahasiswa di Kampus 2. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum mahasiswa memulai pembelajaran Tahsin Quran (TQ) – Praktik Pengamalan Ibadah (PPI) di kelas dengan jumlah hampir 1000 peserta. Mujahadah dan istighosah dilaksanakan sebanyak dua sesi. Sesi 1 di halaman Gedung Perpustakaan Baitul Hikmah, lalu sesi 2 di teras depan Gedung Academic Center Kampus 2.

Mujahadah dan istighosah dihadiri Rektor UIN Jusila Prof. Dr. Ida Umami, Wadek 3 Fakultas Syariah Nizaruddin, M.H dan pengasuh Ma’had Al-Jami’ah.

Sebelum pembacaan zikir mujahadah dan istighosan dalam sambutannya Rektor menyampaikan “Kawan-kawan mahasiswa niatkan mujahadah dan istighosah ini untuk memperbaiki diri, berakhlaqul karimah dan membuat semangat panjenengan untuk membaca Al-Quran di ruang-ruang dan pojok-pojok kampus”. Rektor juga meminta mahasiswa menitipkan niat dalam zikir mujahadah dan istighosah untuk keberkahan dan kesuksesan rangkaian agenda akreditasi lapangan prodi-prodi dan akreditasi perguruan tinggi (APT) UIN Jusila agar memperoleh hasil akreditasi unggul. Di akhir sambutannya Rektor mengajak mahasiswa untuk mempromosikan kampus dengan konten digital yang kreatif guna menggaet calon-calon mahasiswa sebanyak mungkin melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi di UIN Jusila.

Setelah sambutan Rektor, Mudir Ma’had Al-Jami’ah Taufid Hidayat Nazar, Lc. M.H menyampaikan arahan kepada mahasiswa. Taufid Hidayat Nazar mengajak peserta untuk menjadikan kegiatan sebagai momentum memperbaiki niat dalam mempelajari Al-Quran dan ilmu praktek ibadah, mejadikan kegiatan TQ-PPI mendorong mahasiswa untuk berinteraksi dengan Al-Quran serta berperilaku baik dengan nilai-nilai Qurani.

Pembacaan zikir Mujahadah dan istighosah dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H. dan ditutup dengan doa bersama-sama. (Fsl)

 

KEGIATAN PLACEMENT TES MAH’AD AL-JAMI’AH

kegiatan placement tes diadakan pada tanggal 25 Februari 2023 di gedung munaqosyah lantai 3 IAIN Metro. kegiatan ini diselenggarakan oleh mah’ad al-jami’ah dengan jumlah peserta 785 mahasiswa dan 13 penguji

kegiatan ini alhamdulillah berjalan dengan lancar dan menghasilkan 308 peserta dengan kualitas terbaik sehingga mereka dikelompokan menjadi peserta tahfidz. sedangkan peserta yang mendapatkan nilai dibawah rata-rata dikelompokan menjadi peserta BTQ.

para peserta yang sudah melakukan tes akan melakukan pembinaan sesuai dengan kelompoknya masing-masing yang akan dijadwalkan di bulan april hingga juli awal. semoga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.