Wujudkan Ekosistem Cinta Al-Quran, UIN Jusila Gelar Placement Test BTQ bagi Seluruh Dosen & Tendik

Metro, 04 Maret 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung melalui Ma’had Al-Jami’ah sukses menyelenggarakan Placement Test Penguatan Kompetensi Baca Tulis Al-Quran (BTQ) pada Rabu, 04/03/2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh seluruh lapisan sivitas akademika tanpa terkecuali.

Antusiasme luar biasa terlihat dari jumlah partisipan yang mencapai 348 orang. Menariknya, tes ini tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan dosen, namun diwajibkan bagi seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik) juga. Semangat inklusivitas tampak nyata dengan hadirnya Rektor, jajaran pimpinan, hingga satuan pengamanan (Security) dan petugas kebersihan sebagai peserta tes.

Demi menjaga kualitas pengujian, panitia menghadirkan 15 orang penguji internal dan satu orang penguji eksternal. Adapun komponen yang menjadi tolok ukur penilaian meliputi: Tes Membaca Al-Qur’an (Fokus pada Makhraj dan Tajwid), Tes Tulis Al-Qur’an, dan Pengetahuan Tajwid.

Dalam laporannya, Mudir Ma’had Al-Jami’ah sekaligus Ketua Panitia, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ujian formalitas.

“Niat pelaksanaan placement test ini bukan semata-mata untuk menilai kemampuan teknis saja, melainkan sebuah niatan atau ikhtiar yang baik untuk menumbuhkan ekosistem kecintaan sivitas akademika kepada Al-Quran,” ujar Ustadz Taufid.

Beliau juga menambahkan bahwa hasil tes akan disampaikan secara privat kepada masing-masing peserta guna menjaga kenyamanan secara psikologis. Bagi peserta yang nantinya dinilai belum terlalu lancar, pihak Ma’had akan memberikan rekomendasi untuk mengikuti program mentoring BTQ sebagai tindak lanjut pengembangan kemampuan.

Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Hj. Ida Umami, M.Pd., Kons., dalam sambutan pembukaannya, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh peserta. Beliau menyatakan kebanggaannya atas kelancaran acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB tersebut. Menurutnya, kesuksesan acara ini mencerminkan identitas kampus yang religius dan berkomitmen pada penguatan nilai-nilai dasar Islam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UIN Jurai Siwo Lampung untuk memastikan bahwa seluruh garda terdepan pelayanan kampus memiliki kompetensi dasar keislaman yang mumpuni, selaras dengan visi misi universitas.

Dihadiri Rektor dan Jajaran Pimpinan, UIN Jurai Siwo Lampung Matangkan Persiapan Peningkatan Kompetensi BTQ Dosen dan Tendik

Metro, 02 Maret 2026 – Rapat koordinasi lanjutan yang dihadiri langsung oleh Rektor, jajaran Wakil Rektor, Dekan, hingga Kepala Unit di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung digelar pada Senin (02/03/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Syaifuddin Zuhri ini membahas finalisasi teknis Penguatan Kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) UIN Jurai Siwo Lampung Tahun 2026.

Sebelumnya, rapat internal Pengasuh Ma’had Al-Jami’ah sebagai pengelola kegiatan, bersama Wakil Rektor II sudah merencanakan beberapa tahapan kegiatan. Kali ini, pertemuan lanjutan berlangsung di Ruang Rapat Syaifuddin Zuhri, Gedung Rektorat Kampus 1, dengan skema kombinasi luring dan daring melalui media Zoom.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi universitas, mulai dari Rektor, Para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan Fakultas, hingga jajaran dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang masuk dalam struktur kepanitiaan.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Hj. Ida Umami, M.Pd., Kons., menegaskan bahwa program ini merupakan langkah berani dan terobosan penting bagi lembaga.

“Kegiatan ini adalah upaya kita untuk mendapatkan data riil mengenai kemampuan baca tulis Al-Qur’an seluruh dosen dan tendik. Ini bukan sekadar formalitas, namun bagian dari penguatan identitas lembaga. Karena itu, keikutsertaan dalam BTQ ini akan menjadi prasyarat penting dalam urusan administrasi kepegawaian seperti E-Kin, BKD, hingga kenaikan pangkat/jabatan,” tegas Rektor.

Beliau juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai identitas institusi keislaman, di mana kompetensi dasar keagamaan menjadi pilar utama bagi seluruh sivitas akademika.

Moderator rapat, Sekretaris Ma’had Khoirul Huda, M.Pd., mendampingi Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., dalam memaparkan detail teknis kegiatan. Program Penguatan Kompetensi BTQ ini akan dibagi ke dalam tiga agenda utama:

  1. Placement Test: Pemetaan kemampuan awal dan pengelompokkan kelas berdasarkan kemampuan.

  2. Mentoring: Pendampingan dan penguatan kompetensi.

  3. Final Test: Uji kompetensi akhir.

Placement test sendiri dijadwalkan berlangsung pada 4-6 Maret 2026 secara daring. Adapun materi yang diujikan meliputi kemampuan baca tulis Al-Qur’an serta pemahaman kaidah tajwid.

Salah satu poin krusial dalam rapat ini adalah penetapan status kegiatan BTQ sebagai instrumen formal kepegawaian. Keikutsertaan dalam seluruh rangkaian kegiatan ini akan dijadikan prasyarat bagi: Kenaikan pangkat dan jabatan fungsional, Pengisian E-Kinerja (E-Kin), dan Laporan Beban Kinerja Dosen (BKD). Dengan adanya integrasi ini, diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab guna meningkatkan kualitas SDM di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Standarisasi Penguji, UIN Jurai Siwo Lampung Gelar Asesmen Calon Penguji BTQ bagi Dosen dan Tendik

Metro, 27 Februari 2026 – Sebagai langkah awal untuk menjamin kualitas program Penguatan Kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), UIN Jurai Siwo Lampung sukses menyelenggarakan kegiatan Asesmen Calon Penguji pada Jumat (27/02/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini, dilaksanakan secara daring melalui media Zoom.

Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari rangkaian persiapan besar universitas dalam memetakan dan meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an di kalangan dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Guna menjaga objektivitas dan standar kualitas yang tinggi, panitia menghadirkan penguji dari pihak eksternal, yaitu KH. Saiful Hadi, S.S. Kehadiran beliau bertujuan untuk memberikan penilaian yang independen serta melakukan standarisasi kemampuan bagi para calon penguji internal.

Sebanyak 15 calon penguji internal yang terdiri dari unsur dosen dan tendik mengikuti ujian ini dengan penuh khidmat. Materi asesmen difokuskan pada tiga aspek utama: Kefasihan Membaca Al-Qur’an (Tahsin), Keterampilan Menulis Arab (Imla’), dan Penguasaan Kaidah Tajwid.

Asesmen ini bukan sekadar ujian teknis, melainkan bentuk pematangan kemampuan bagi para calon penguji. Peserta yang dinyatakan lulus dan mendapatkan rekomendasi nantinya akan mengemban amanah sebagai pembimbing sekaligus penguji utama dalam kegiatan Penguatan Kompetensi BTQ Dosen dan Tendik UIN Jurai Siwo Lampung Tahun 2026.

“Standarisasi ini sangat penting agar terdapat kesamaan persepsi dan parameter penilaian saat menghadapi peserta nantinya. Kami ingin memastikan para penguji memiliki kualifikasi yang mumpuni sebelum terjun ke lapangan,” ujar Mudir Ma’had.

Dengan selesainya tahap asesmen ini, UIN Jurai Siwo Lampung semakin siap dalam melaksanakan program penguatan kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an yang direncanakan akan menjadi agenda besar institusi dalam waktu dekat.

Tarawih Perdana Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung

Metro, 18 Februari 2026 — Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah melaksanakan Tarawih Perdana Ramadhan 1447 H di Masjid Adzkiya Kampus 1, UIN Jurai Siwo Lampung. Mengingat, UIN Jurai Siwo Lampung baru kali pertama mengadakan santri Ma’had yang bermukim di lingkungan kampus. Hal  ini menjadi momentum awal menyambut bulan suci dengan semangat kebersamaan dan peningkatan kualitas spiritual.

Rangkaian ibadah diawali dengan Salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan Salat Tarawih. Bertindak sebagai imam sekaligus pengisi kultum, Ketua Takmir Masjid Adzkiya, Drs. Kuryani, M.Pd., menyampaikan tausiyah yang ringan namun sarat makna.

Dalam kultumnya, beliau mengulas sejarah singkat pelaksanaan Salat Tarawih sejak masa Nabi Muhammad SAW, yang pada awalnya dilaksanakan secara sendiri-sendiri, hingga kemudian dibiasakan berjamaah pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Ia juga menyinggung perbedaan jumlah rakaat Tarawih yang kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

“Ada yang 11 rakaat, ada yang 23 rakaat, dan seterusnya. Tidak perlu dipertentangkan. Yang utama adalah kita sama-sama menunaikannya dengan ikhlas,” pesannya.

Setelah doa bersama menutup rangkaian Tarawih, suasana religius berlanjut dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama para mahasantri Ma’had Al-Jami’ah. Lantunan ayat suci yang menggema di dalam masjid menambah nuansa ketenangan dan memperkuat semangat ibadah di awal Ramadhan.

Pelaksanaan Tarawih perdana ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi seluruh sivitas akademika, khususnya para mahasantri, untuk memaksimalkan ibadah, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan nilai-nilai spiritual selama bulan suci Ramadhan.

Rapat Koordinasi Penguatan Literasi BTQ bagi Dosen dan Tendik UIN Jurai Siwo Lampung Digelar Secara Daring

Metro, 17 Februari 2026 — Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menggelar rapat koordinasi rencana Program Penguatan Literasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (tendik) pada Selasa, 17 Februari 2026. Rapat dilaksanakan secara daring melalui Google Meeting sebagai langkah awal implementasi program strategis peningkatan kompetensi keislaman sivitas akademika.

Rapat dihadiri oleh unsur pimpinan universitas yang diwakili Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Yudianto, M.Pd.; Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H.; Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd.; serta para asatidz koodinator bidang-bidang pengelola Ma’had Al-Jami’ah.

Dalam sambutan dan arahannya, Wakil Rektor II menyampaikan bahwa program Penguatan Literasi BTQ merupakan salah satu hasil keputusan Rapat Kerja Pimpinan UIN Jurai Siwo Lampung yang dilaksanakan pada 09–13 Februari 2026 lalu. Beliau juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, yang disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting.

“Program Penguatan Literasi BTQ bagi Dosen dan Tendik merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Pimpinan UIN Jurai Siwo Lampung serta arahan Direktur Diktis Kementerian Agama RI. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh sivitas akademika memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis Al-Qur’an secara baik dan benar,” ujar Dr. Yudianto.

Rapat selanjutnya dimoderatori oleh Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., dan dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah. Dalam paparannya, Mudir Ma’had menjelaskan aspek teknis pelaksanaan program serta pentingnya penguatan legalitas.

“Program ini perlu diperkuat dengan legal standing yang jelas melalui Surat Keputusan Rektor, mencakup pedoman pelaksanaan, struktur pengelola, penguji atau pendamping, serta ketentuan peserta,” jelas Ustadz Taufid Hidayat Nazar.

Ia juga memaparkan bahwa pelaksanaan program akan diawali dengan Placement Test untuk mengklasifikasikan kemampuan dosen dan tendik dalam membaca dan menulis Al-Qur’an. Hasil klasifikasi tersebut akan menjadi dasar pembagian kelas sesuai tingkat kemampuan, yang kemudian diikuti program pendampingan intensif dan berkelanjutan.

“Setelah dilakukan pemetaan kemampuan melalui placement test, peserta akan dikelompokkan berdasarkan tingkat kemahiran. Pendampingan intensif akan dilakukan agar peningkatan kompetensi berlangsung efektif dan terukur,” tambahnya.

Direncanakan, placement test akan dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual yang tepat untuk memperkuat kedekatan sivitas akademika dengan Al-Qur’an.

Program Penguatan Literasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan program pembinaan kompetensi dasar keislaman yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, memperbaiki makhraj huruf, memahami dasar-dasar penulisan huruf Arab, serta menumbuhkan budaya literasi Qur’ani di lingkungan kampus.

Secara konseptual, literasi BTQ tidak hanya menekankan aspek teknis membaca, tetapi juga mencakup: Ketepatan tajwid dan makhraj dalam membaca Al-Qur’an; Kemampuan menulis huruf Arab (imla’) dengan benar; Pemahaman dasar struktur bacaan Al-Qur’an; Internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam etos kerja dan pelayanan; Penguatan identitas keislaman institusi PTKIN.

Adapun tujuan utama program ini meliputi: 1. Meningkatkan kompetensi baca tulis Al-Qur’an dosen dan tenaga kependidikan; 2. Menstandarkan kemampuan literasi Qur’ani sebagai bagian dari budaya akademik Islami; 3. Mendukung penguatan karakter spiritual dan integritas moral sivitas akademika; 4. Mewujudkan lingkungan kampus yang religius, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an; dan 5. Mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama dan kompetensi keislaman aparatur PTKIN.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan program Penguatan Literasi BTQ dapat berjalan sistematis, terukur, dan berkelanjutan, serta menjadi fondasi penting dalam penguatan karakter religius di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Perkuat Mutu Layanan, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jusila Jalani Audit Surveillance ISO 9001:2015 dan 21001:2018

Metro, 04 Februari 2026 – Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung terus berkomitmen dalam menjaga kualitas manajemen dan layanan pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya kegiatan Audit Surveillance ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu) dan ISO 21001:2018 (Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan) pada Rabu, 04 Februari 2026.

Kegiatan audit ini berlangsung secara intensif di Ruang Pelayanan Ma’had Al-Jami’ah, Gedung N Lantai 1, Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung.

Kehadiran tim auditor disambut langsung oleh jajaran pimpinan Ma’had Al-Jami’ah, di antaranya: Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H. (Mudir Ma’had), Ustadz Khoirul Huda, M.Pd. (Sekretaris Ma’had), dan Ustadz Sudirman, M.Sy. (Tim Manajemen).

Dalam prosesnya, auditor melakukan verifikasi mendalam terhadap ketersediaan dokumen serta implementasi nyata di lapangan. Fokus pemeriksaan meliputi Pedoman Akademik, Petunjuk Teknis (Juknis), Standar Operasional Prosedur (SOP), kelayakan Sarana dan Prasarana (Sarpras), sistem Monitoring dan Evaluasi, hingga penegakan Tata Tertib Santri.

Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyatakan bahwa audit ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik.

“Surveillance ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 ini berfungsi sebagai kompas bagi kami untuk memastikan bahwa seluruh layanan di Ma’had tetap berada pada jalur sesuai setandarnya. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk meminimalisir risiko kesalahan prosedur dan meningkatkan kepuasan santri serta orang tua melalui tata kelola organisasi pendidikan yang transparan dan akuntabel,” ujar Ustadz Taufid.

Di sisi lain, perwakilan Tim Auditor ISO menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan data dan keterbukaan pihak Ma’had selama proses audit berlangsung.

“Kami melihat adanya sinkronisasi yang baik antara dokumen kebijakan dengan praktik di lapangan. Audit surveillance ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu tidak hanya berhenti pada sertifikat, tetapi benar-benar hidup dalam budaya kerja harian di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung,” ungkap pihak Auditor.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diharapkan dapat semakin memperkokoh posisi Ma’had Al-Jami’ah sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul, tertib administrasi, dan berorientasi pada kualitas layanan berkelanjutan.

Rapat Pemantapan Program Pembinaan Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Digelar Secara Daring

Metro, 30 Januari 2026 — Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan Rapat Pemantapan Program Kegiatan Pembinaan Mahasantri pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 08.00 s.d. 10.30 WIB. Rapat dilaksanakan secara daring melalui media Google Meet dan diikuti oleh seluruh Asatidz dan Asatidzah selaku tutor pembina Mahasantri.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh tutor pembina dalam menyiapkan program pembelajaran Mahasantri Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

“Program kegiatan pembinaan Mahasantri ini nantinya akan diajukan kepada pimpinan sebagai program berbasis anggaran. Oleh karena itu, diperlukan penyamaan persepsi bersama agar seluruh tutor siap mempersiapkan perangkat pembelajaran secara utuh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan bukti dukung pelaporan,” ujar Ustadz Khoirul Huda, M.Pd.

Selanjutnya, Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyampaikan pengarahan sekaligus penegasan arah kebijakan pembinaan Mahasantri. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah harus berjalan secara terpadu dan berkesinambungan sepanjang waktu.

“Rapat ini dimaksudkan untuk memantapkan seluruh program kegiatan pembelajaran Mahasantri yang berlangsung dari subuh hingga malam hari. Seluruh aktivitas harus saling terintegrasi dalam rangka membentuk Mahasantri yang kuat secara spiritual, matang secara intelektual, dan berkarakter Islami,” tegas Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H.

Adapun program pembelajaran yang dibahas dalam rapat meliputi berbagai bidang, antara lain Kajian Kitab Kuning yang mencakup Fathul Qorib, Ta’lim Muta’allim, Aqidatul Awam, dan Tuhfatu Athfal; Penguatan Al-Qur’an melalui Tahsin Al-Qur’an, Qiroatul Waqiah, Qiroatul Al-Mulk, serta Wirid Pagi; Keterampilan dan Bahasa yang meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Pelatihan karya ilmiah mahasiswa, Muhadloroh (latihan pidato), dan praktik seni kaligrafi.

Selain itu, rapat juga membahas Pendidikan Karakter dan Praktik Keagamaan, seperti monitoring fiqih ibadah, monitoring sosial keagamaan, pembacaan Yasin, Tahlil dan Sholawat, serta penguatan karakter Mahasantri. Program aktivitas pendukung turut menjadi perhatian, di antaranya sholat wajib berjamaah, olahraga rutin, serta kegiatan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan asrama.

Melalui rapat pemantapan ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap seluruh program pembinaan Mahasantri Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dapat terlaksana secara terencana, terukur, dan terdokumentasi dengan baik, sehingga mendukung akuntabilitas program serta peningkatan mutu pembinaan Mahasantri secara berkelanjutan.

Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Resmi Mulai Aktivitas Semester Genap, Mahasantri Kembali Aktif Ikuti Kegiatan

Metro, 28 Januari 2026 — Suasana religius dan akademis kembali menyelimuti lingkungan Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung. Terhitung sejak Senin, 26 Januari 2026, seluruh mahasantri telah dinyatakan aktif kembali di asrama untuk menjalani rangkaian program pembelajaran semester genap.

Geliat aktivitas santri tampak mulai dari subuh hingga malam hari. Berbagai disiplin ilmu keislaman dan keterampilan bahasa telah terjadwal secara ketat, meliputi:

  • Kajian Kitab Kuning: Fathul Qorib, Ta’lim Muta’allim, Aqidatul Awam, dan Tuhfatu Athfal.

  • Penguatan Al-Qur’an: Tahsin Al-Qur’an, Qiroatul Waqiah, Qiroatul Al-Mulk, serta Wirid Pagi.

  • Keterampilan & Bahasa: Materi Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Muhadloroh (Latihan Pidato), dan Praktik Seni Kaligrafi.

  • Pendidikan Karakter & Praktik: Monitoring Fiqih Ibadah, Monitoring Sosial Keagamaan, Yasin, Tahlil & Sholawat, hingga Pendidikan Karakter Mahasantri.

  • Aktivitas Pendukung: Sholat wajib berjamaah, olahraga rutin, dan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan asrama.

Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para mahasantri ke asrama dengan semangat baru.

“Alhamdulillah, seluruh program harian sudah berjalan efektif sejak 26 Januari. Kami menyambut kembali para mahasantri dengan harapan besar agar momentum semester genap ini menjadi ajang untuk memperdalam tafaqquh fiddin. Saya berharap para mahasantri tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi memiliki kedalaman spiritual yang kuat melalui kajian-kajian kitab yang kita laksanakan,” ujar Ustadz Taufid.

Senada dengan hal tersebut, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., selaku Sekretaris Ma’had sekaligus Asatidz, menekankan pentingnya output atau hasil yang harus dicapai oleh mahasantri setelah mengikuti rangkaian program ini.

“Output yang ingin kita capai adalah mahasantri yang kompeten dalam literasi kitab turats (kitab kuning) dan mahir dalam berkomunikasi, baik Bahasa Arab maupun Inggris. Kami ingin mereka lulus dari Ma’had dengan bekal soft skill dan pemahaman agama yang moderat serta mumpuni,” tegas Ustadz Khoirul Huda.

Di sisi lain, aspek ketertiban menjadi fokus utama bidang Kesantrian. Ustadz Sudirman, M.Sy., sebagai Penanggung Jawab Bidang Kesantrian, memberikan apresiasinya terhadap antusiasme mahasantri di awal semester ini.

“Sejauh ini, tingkat keaktifan dan kedisiplinan mahasantri menunjukkan tren yang sangat positif. Kami terus memantau kehadiran mereka dalam setiap sesi, mulai dari sholat berjamaah hingga kajian malam. Kedisiplinan adalah kunci; tanpa disiplin, ilmu yang dipelajari akan sulit meresap menjadi karakter,” pungkas Ustadz Sudirman.

Dengan dimulainya kembali aktivitas ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berkomitmen untuk terus menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter mahasiswa yang islami, unggul, dan berdaya saing.

Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Resmi Pindah Kantor Pelayanan

Metro, 20 Januari 2026 — Unit Penunjang Akademik (UPA) Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung resmi melakukan pemindahan kantor pelayanan. Kantor yang sebelumnya berlokasi di Gedung Dosen FTIK Lantai 2 kini berpindah ke Gedung N Lantai 1, yang berada di dekat Masjid Adzkiya, Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung.

Proses pemindahan kantor tersebut dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026. Pemindahan ini dikomandoi langsung oleh Mudir (Kepala) Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., dibantu Sekretaris Ma’had, para staf, serta pegawai dari Bagian Umum Rektorat UIN Jurai Siwo Lampung.

Ustadz Taufid Hidayat Nazar menjelaskan bahwa pemindahan kantor ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan pelayanan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembinaan mahasantri Ma’had Al-Jami’ah. Lokasi baru dinilai lebih strategis, dekat dengan masjid, dan mudah diakses oleh sivitas akademika, khususnya para mahasantri.

“Dengan berpindahnya kantor pelayanan ke Gedung N Lantai 1, kami berharap pelayanan administrasi dan koordinasi program pembinaan mahasantri dapat berjalan lebih optimal, efektif, dan nyaman,” ujarnya.

Pemindahan kantor ini juga menjadi bagian dari persiapan dimulainya kembali program pembinaan Ma’had Al-Jami’ah yang dijadwalkan akan aktif kembali pada tanggal 25 Januari 2026. Program tersebut akan berjalan seiring dengan berakhirnya masa liburan perkuliahan semester ganjil dan dimulainya aktivitas akademik di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Pihak Ma’had Al-Jami’ah menginformasikan kepada seluruh mahasantri dan sivitas akademika tentang lokasi baru kantor pelayanan guna mempermudah koordinasi dan pengurusan administrasi ke depan.

Dengan adanya pemindahan ini, UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan semakin siap dalam menjalankan perannya sebagai pusat pembinaan karakter, keislaman, dan pengembangan kepribadian mahasantri secara berkelanjutan.

 

Ma’had Al-Jami’ah Perkenalkan Profil di PBAK UIN Jurai Siwo Lampung

Metro, 21 Agustus 2025 – Suasana di Gedung Academic Center Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung pada Kamis (21/8/2025) terasa berbeda dari biasanya. Ratusan mahasiswa baru tampak antusias mengikuti sesi khusus yang diisi oleh Ma’had Al-Jami’ah, unit kerja yang menjadi salah satu pilar pembinaan spiritual dan intelektual di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Sesi ini dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., yang juga didampingi oleh para Asatidz yaitu Ustadz Sudirman, Khoirul Huda, dan Dedi Satriawan. Dengan gaya tutur yang hangat Ustadz Taufid, ia memperkenalkan profil lembaga yang selama ini berperan menanamkan nilai ke-Islam-an sekaligus membentuk karakter mahasiswa.

“Ma’had Al-Jami’ah hadir bukan hanya untuk mendidik, tapi juga menemani perjalanan intelektual kalian dengan sentuhan ruhani,” ujarnya di hadapan peserta PBAK.

Dalam pemaparannya, Ustadz Taufid menjelaskan visi Ma’had Al-Jami’ah: “Menjadi lembaga pendidikan Islami dan qurani yang mampu mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman serta keindonesiaan”.

Misi lembaga ini tidak sederhana. Ma’had ingin membina mahasiswa agar memiliki wawasan keislaman yang kokoh, keindonesiaan yang kuat, serta kemodernan yang adaptif. “Kami ingin menciptakan lingkungan islami di kampus dengan disiplin pesantren yang tetap sejalan dengan visi UIN Jurai Siwo Lampung,” tutur Mudir.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai program pembinaan. Mulai dari dirasatul diniyyah (kajian keagamaan), qiroatul kutub (membaca dan memahami kitab kuning), hingga hadhroh yang mengasah tradisi islami. Selain itu, ada pula tahsin dan tahfidz Al-Quran intensif, praktik pengamalan ibadah, serta literasi tentang moderasi beragama dan kebangsaan.

“Semua program ini bertujuan membentuk insan yang seimbang: cerdas secara akademik, kuat secara spiritual, dan peka terhadap realitas sosial,” jelas Ustadz Taufid.

Sesi pemaparan tidak berlangsung kaku. Ustadz Taufid sengaja menghadirkan interaksi dengan memberikan kuis singkat kepada mahasiswa baru. Tantangannya sederhana: membaca huruf gundul dan melanjutkan ayat Al-Quran. Suasana pun seketika mencair ketika para peserta mencoba menjawab dengan penuh semangat.

Dua mahasiswa berhasil menjawab dengan tepat dan berhak mendapatkan hadiah mushaf Al-Quran langsung dari Mudir. Riuh tepuk tangan menggema di ruangan, menandai semangat kebersamaan antara pengasuh Ma’had dan para mahasiswa baru.

Menutup pemaparannya, Ustadz Taufid menekankan bahwa keberadaan Ma’had Al-Jami’ah adalah untuk mendampingi mahasiswa baru dalam perjalanan akademiknya. Ia mengingatkan pentingnya disiplin, kebersamaan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Ilmu saja tidak cukup tanpa nilai, dan ibadah tidak lengkap tanpa pemahaman. Di sinilah Ma’had ingin hadir: mengintegrasikan keduanya, sehingga lahir generasi yang religius, moderat, dan siap berkontribusi untuk bangsa,” pungkasnya.

Bagi mahasiswa baru, pengenalan Ma’had Al-Jami’ah di PBAK bukan sekadar sesi formal, melainkan pintu masuk untuk memahami budaya akademik kampus yang berakar pada tradisi pesantren. Kehadiran Ma’had diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi mereka—tempat belajar, berproses, dan mengasah diri tidak hanya sebagai insan akademis, tetapi juga insan berkarakter.

Dengan semangat itu, wajah kampus UIN Jurai Siwo Lampung ke depan diwarnai bukan hanya oleh dinamika intelektual, tetapi juga denyut kehidupan pesantren yang hidup di tengah mahasiswa.

(DS)