Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Gelar Pengenalan Budaya Pesantren, Sambut Hari Santri 2026
Metro, 16 Oktober 2026 — Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Pesantren sekaligus menyongsong Hari Santri Nasional 2026 dengan mengusung tema “Membentuk Mahasantri UIN Jurai Siwo Lampung yang Religius, Berkarakter, dan Berintegritas melalui Budaya Pesantren.” Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Academic Center (GAC), Kampus II UIN Jusila, Jumat (16/10/2026), dan diikuti ratusan peserta yang terdiri atas mahasantri angkatan pertama tahun 2025, mahasantri angkatan kedua tahun 2026, serta mahasiswa dari berbagai program studi.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Jusila, Yudiyanto; Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum, Win Hartan; Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar; Kepala Bagian Umum; Kepala Subbagian Akademik; serta para pengelola dan ustaz Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung. Turut hadir dua narasumber dari kalangan pengasuh pondok pesantren, yakni Muhammad Fauzi Sholeh dan Heru Diantoro, alumni UIN Jusila sekaligus alumni santri yang saat ini mengasuh pondok pesantren.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang diisi sambutan Wakil Rektor II, Yudiyanto, dan Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar. Acara dilanjutkan dengan penampilan Nadzom Aqidatul Awam oleh mahasantri angkatan pertama sebagai bentuk apresiasi terhadap pembelajaran keilmuan Islam yang menjadi bagian dari pembinaan di lingkungan Ma’had.
Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula penyerahan syahadah kelulusan kepada mahasantri angkatan pertama serta pengukuhan mahasantri baru Tahun Akademik 2026/2027. Kedua agenda ini menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan, sebagai bentuk penghargaan atas proses pembinaan yang telah dilalui sekaligus penanda dimulainya perjalanan pembinaan bagi mahasantri baru.



Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh kedua narasumber. Muhammad Fauzi Sholeh membawakan materi bertajuk “Pesantren Bukan Sekadar Tempat Tinggal: Belajar Adab, Ilmu, dan Kehidupan.” Dalam materi tersebut, peserta diajak memahami pesantren bukan hanya sebagai tempat untuk menuntut ilmu atau menjalani kehidupan bersama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan adab, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pembelajaran kehidupan yang menekankan kedisiplinan serta tanggung jawab.
Sementara itu, Heru Diantoro menyampaikan materi “Santri Bisa Apa? Kisah Nyata dari Santri untuk Mahasantri.” Melalui perspektif dan pengalaman sebagai alumni santri yang kini mengasuh pondok pesantren, materi ini memberikan gambaran mengenai potensi santri dalam mengembangkan diri, berkontribusi di tengah masyarakat, serta menghadapi tantangan kehidupan dengan bekal ilmu, karakter, dan nilai-nilai pesantren.

Pengenalan Budaya Pesantren ini menjadi salah satu upaya Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung dalam memperkuat pemahaman mahasantri mengenai tradisi dan nilai-nilai kepesantrenan. Nilai religiusitas, pembentukan karakter, adab, kedisiplinan, dan integritas diharapkan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus, Ma’had, maupun masyarakat.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyongsong Hari Santri Nasional 2026 ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap dapat terus menumbuhkan semangat kesantrian di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, mahasantri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan berintegritas, sekaligus membawa nilai-nilai pesantren dalam kehidupan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

