Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Raih Tiga Juara pada Perlombaan Hari Santri Nasional 2026

Metro, 23 Oktober 2026 — Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian perlombaan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung pada 17-18 Oktober lalu . Dalam ajang tersebut, kontingen Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berhasil meraih tiga gelar juara dari lima cabang perlombaan yang diikuti.

Adapun prestasi yang berhasil diraih meliputi Juara I Liga Santri, Juara III Syarhil Qur’an, dan Juara III Ma’had of Champions (MOC). Capaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung sekaligus menunjukkan semangat, kemampuan, dan daya saing mahasantri dalam bidang keagamaan, intelektual, dan kompetisi antarma’had.

Pengumuman hasil perlombaan disampaikan pada acara Penutupan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, di pelataran Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung. Kontingen Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Mudir Ma’had, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., perwakilan pengasuh, serta beberapa mahasantri peserta perlombaan.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., MH. juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung, Dr. KH. Amiruddin, M.Pd.I., para pengasuh Ma’had, Ustadz Asep, serta para mudabbir dan mudabbirah atas undangan dan kerja sama yang telah terjalin dalam menyukseskan rangkaian perlombaan HSN tahun ini.

Menurutnya, kolaborasi antarma’had melalui kegiatan perlombaan bukan sekadar menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, serta menumbuhkan semangat belajar dan berkompetisi secara sehat di kalangan mahasantri.

HSN: Himmah, Spiritual, dan Ngaji sebagai Bekal Masa Depan Santri

Dalam sambutannya, Ustadz Taufid turut memberikan motivasi kepada seluruh mahasantri yang hadir melalui tiga nilai yang dirangkai dalam istilah HSN (terinspirasi dari singkatan Hari Santri Nasional), yaitu Himmah, Spiritual, dan Ngaji. Ketiga nilai tersebut diharapkan menjadi bekal utama bagi santri dalam membangun masa depan yang cemerlang sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pertama, Himmah atau cita-cita yang luhur. Seorang santri harus memiliki himmah, yakni semangat, tekad, dan keinginan yang kuat untuk meraih cita-cita yang mulia. Santri tidak boleh membatasi impiannya hanya pada keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga harus memiliki keinginan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Himmah mendorong santri agar terus berusaha, berani menghadapi tantangan, disiplin dalam belajar, dan pantang menyerah ketika menghadapi kesulitan. Dengan cita-cita yang luhur dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Kedua, Spiritual sebagai fondasi kehidupan. Kecerdasan intelektual dan keterampilan perlu diimbangi dengan kekuatan spiritual serta akhlak yang baik. Santri harus menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Kekuatan spiritual akan membantu santri menjaga kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, serta keteguhan prinsip di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, keberhasilan yang diraih tidak hanya diukur dari jabatan, prestasi, atau pencapaian material, tetapi juga dari kemanfaatan, keteladanan, dan akhlak mulia yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, Ngaji sebagai jalan menuntut ilmu sepanjang hayat. Bagi seorang santri, ngaji bukan hanya kegiatan membaca dan mempelajari kitab atau ilmu agama, melainkan juga proses membangun pemahaman, memperluas wawasan, serta membentuk karakter. Semangat ngaji harus terus dipelihara, baik dalam mempelajari ilmu agama maupun ilmu pengetahuan dan keterampilan lainnya. Santri perlu memiliki kemauan untuk terus belajar, berpikir kritis, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh. Dengan ilmu yang luas dan pemahaman agama yang kuat, santri diharapkan mampu menjawab persoalan masyarakat serta menghadirkan solusi yang bermanfaat.

Ketiga nilai tersebut saling melengkapi. Himmah memberikan arah dan tujuan, spiritual menjadi fondasi moral, sedangkan ngaji menjadi jalan untuk memperoleh dan mengembangkan ilmu. Apabila ketiganya tumbuh secara seimbang, santri akan memiliki bekal yang kuat untuk meraih masa depan yang gemilang tanpa kehilangan jati diri dan tanggung jawab sosialnya.

Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026 yang disampaikan oleh Dr. KH. Amiruddin, M.Pd.I., yaitu “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema ini mengandung pesan bahwa santri memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan bangsa dan mempersiapkan masa depan Indonesia melalui ilmu pengetahuan, akhlak, pengabdian, dan kontribusi nyata.

Frasa “Santri Menguatkan Negeri” menegaskan bahwa peran santri tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama atau aktivitas di lingkungan pesantren. Santri juga diharapkan hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat, menjaga persatuan, menebarkan nilai-nilai kebaikan, serta berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, dan berbagai sektor kehidupan lainnya.

Sementara itu, frasa “Menuju Indonesia Emas” menggambarkan cita-cita untuk membangun Indonesia yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Dalam konteks ini, santri merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa. Dengan mengembangkan himmah yang luhur, memperkuat spiritualitas, dan menjaga tradisi ngaji serta semangat belajar sepanjang hayat, santri dapat mempersiapkan diri menjadi pemimpin, pendidik, profesional, dan pelayan masyarakat yang membawa kemaslahatan.

Prestasi sebagai Motivasi untuk Terus Berkarya

Keberhasilan meraih Juara I Liga Santri, Juara III Syarhil Qur’an, dan Juara III Ma’had of Champions (MOC) menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan Ma’had dapat mendorong mahasantri untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Prestasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas pengalaman, serta memperkuat semangat persaudaraan antarma’had.

Partisipasi dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, dan keberanian dalam berkompetisi. Lebih dari sekadar kemenangan, pengalaman tersebut diharapkan membentuk mahasantri yang tangguh, rendah hati, dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

Dengan semangat Himmah, Spiritual, dan Ngaji, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap para mahasantri terus bertumbuh menjadi generasi yang religius, berkarakter, berintegritas, dan berprestasi. Semangat tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen santri untuk terus berkontribusi dalam menguatkan negeri dan menyongsong terwujudnya Indonesia Emas.