Ma’had Al-Jami’ah Perkenalkan Profil di PBAK UIN Jurai Siwo Lampung
Metro, 21 Agustus 2025 – Suasana di Gedung Academic Center Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung pada Kamis (21/8/2025) terasa berbeda dari biasanya. Ratusan mahasiswa baru tampak antusias mengikuti sesi khusus yang diisi oleh Ma’had Al-Jami’ah, unit kerja yang menjadi salah satu pilar pembinaan spiritual dan intelektual di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.
Sesi ini dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., yang juga didampingi oleh para Asatidz yaitu Ustadz Sudirman, Khoirul Huda, dan Dedi Satriawan. Dengan gaya tutur yang hangat Ustadz Taufid, ia memperkenalkan profil lembaga yang selama ini berperan menanamkan nilai ke-Islam-an sekaligus membentuk karakter mahasiswa.
“Ma’had Al-Jami’ah hadir bukan hanya untuk mendidik, tapi juga menemani perjalanan intelektual kalian dengan sentuhan ruhani,” ujarnya di hadapan peserta PBAK.
Dalam pemaparannya, Ustadz Taufid menjelaskan visi Ma’had Al-Jami’ah: “Menjadi lembaga pendidikan Islami dan qurani yang mampu mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman serta keindonesiaan”.
Misi lembaga ini tidak sederhana. Ma’had ingin membina mahasiswa agar memiliki wawasan keislaman yang kokoh, keindonesiaan yang kuat, serta kemodernan yang adaptif. “Kami ingin menciptakan lingkungan islami di kampus dengan disiplin pesantren yang tetap sejalan dengan visi UIN Jurai Siwo Lampung,” tutur Mudir.
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai program pembinaan. Mulai dari dirasatul diniyyah (kajian keagamaan), qiroatul kutub (membaca dan memahami kitab kuning), hingga hadhroh yang mengasah tradisi islami. Selain itu, ada pula tahsin dan tahfidz Al-Quran intensif, praktik pengamalan ibadah, serta literasi tentang moderasi beragama dan kebangsaan.
“Semua program ini bertujuan membentuk insan yang seimbang: cerdas secara akademik, kuat secara spiritual, dan peka terhadap realitas sosial,” jelas Ustadz Taufid.
Sesi pemaparan tidak berlangsung kaku. Ustadz Taufid sengaja menghadirkan interaksi dengan memberikan kuis singkat kepada mahasiswa baru. Tantangannya sederhana: membaca huruf gundul dan melanjutkan ayat Al-Quran. Suasana pun seketika mencair ketika para peserta mencoba menjawab dengan penuh semangat.
Dua mahasiswa berhasil menjawab dengan tepat dan berhak mendapatkan hadiah mushaf Al-Quran langsung dari Mudir. Riuh tepuk tangan menggema di ruangan, menandai semangat kebersamaan antara pengasuh Ma’had dan para mahasiswa baru.
Menutup pemaparannya, Ustadz Taufid menekankan bahwa keberadaan Ma’had Al-Jami’ah adalah untuk mendampingi mahasiswa baru dalam perjalanan akademiknya. Ia mengingatkan pentingnya disiplin, kebersamaan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan zaman.
“Ilmu saja tidak cukup tanpa nilai, dan ibadah tidak lengkap tanpa pemahaman. Di sinilah Ma’had ingin hadir: mengintegrasikan keduanya, sehingga lahir generasi yang religius, moderat, dan siap berkontribusi untuk bangsa,” pungkasnya.
Bagi mahasiswa baru, pengenalan Ma’had Al-Jami’ah di PBAK bukan sekadar sesi formal, melainkan pintu masuk untuk memahami budaya akademik kampus yang berakar pada tradisi pesantren. Kehadiran Ma’had diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi mereka—tempat belajar, berproses, dan mengasah diri tidak hanya sebagai insan akademis, tetapi juga insan berkarakter.
Dengan semangat itu, wajah kampus UIN Jurai Siwo Lampung ke depan diwarnai bukan hanya oleh dinamika intelektual, tetapi juga denyut kehidupan pesantren yang hidup di tengah mahasiswa.
(DS)






