Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Hadiri MUNAS XIII Mudir Ma’had dan Musabaqah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia 2026
Metro, 20 Agustus 2026 — Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., turut menghadiri rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS) XIII Mudir Ma’had dan Musabaqah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada 18 s.d 19 Agustus 2026.
Kegiatan nasional yang mempertemukan para Mudir Ma’had Al-Jami’ah dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, membangun jejaring antarma’had, serta membahas berbagai agenda strategis terkait pengembangan Ma’had Al-Jami’ah di lingkungan PTKIN.
MUNAS juga menjadi ruang bersama bagi para pengelola Ma’had untuk bertukar gagasan dan pengalaman dalam pelaksanaan pembinaan mahasiswa. Berbagai isu strategis mengenai kelembagaan, program pembinaan keagamaan, penguatan peran Ma’had, hingga koordinasi antar-Ma’had menjadi bagian penting dalam forum tersebut.
Kehadiran Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menjadi bagian dari komitmen Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung untuk terus terlibat aktif dalam forum-forum nasional yang berkaitan dengan pengembangan Ma’had Al-Jami’ah. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan memperkuat komunikasi dengan para Mudir Ma’had dari berbagai PTKIN di Indonesia.

Selain menjadi forum silaturahmi nasional, MUNAS XIII juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satu fokus utama yang mengemuka adalah penguatan kelembagaan Ma’had Al-Jami’ah agar memiliki kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan, dan tanggung jawab yang semakin jelas dalam struktur PTKIN.
Rekomendasi tersebut antara lain mendorong penguatan kedudukan Ma’had Al-Jami’ah dalam struktur PTKIN, standardisasi kelembagaan secara nasional, peningkatan status kelembagaan sesuai kebutuhan masing-masing perguruan tinggi, serta pemberian kepastian hak dan tunjangan bagi para pengelola Ma’had sesuai tugas, tanggung jawab, dan kinerja yang dilaksanakan.
Dalam bidang penguatan peran strategis, Ma’had Al-Jami’ah juga diarahkan untuk menjadi pusat pembinaan dan uji kompetensi keagamaan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan civitas akademika PTKIN. Selain itu, diperlukan standar program pembinaan dan kelulusan Ma’had yang dapat menjadi acuan bersama bagi PTKIN se-Indonesia.
Salah satu rekomendasi penting lainnya adalah menjadikan Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian dari proses pembinaan akademik dan keagamaan mahasiswa, termasuk sebagai salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk mengikuti KKN, ujian komprehensif, dan/atau munaqasyah. Hal ini menunjukkan semakin pentingnya posisi Ma’had dalam mendukung pembentukan karakter dan kompetensi keislaman mahasiswa PTKIN.
Penutupan Dihadiri Pimpinan Pendidikan Islam
Rangkaian kegiatan MUNAS resmi ditutup di Hotel Luwansa Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). Hadirnya para tokoh dan pimpinan pendidikan Islam semakin menegaskan pentingnya forum tersebut sebagai ruang konsolidasi dan penguatan peran Ma’had Al-Jami’ah secara nasional.
Penutupan dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah H. Muhammad Yusi Abdhian, S.H.I., M.H.I., serta Rektor UIN Palangka Raya Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I. Turut hadir jajaran pimpinan UIN Palangka Raya yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Selain itu, turut hadir Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Al-Jami’ah Nasional (AMMAN), Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., Penasihat AMMAN Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, L.C., M.A., para Mudir Ma’had Al-Jami’ah se-Indonesia, serta seluruh peserta Musabaqah Ilmiyah Ma’had Al-Jami’ah se-Indonesia.
Kehadiran para pimpinan dan tokoh pendidikan Islam tersebut menjadi penanda bahwa pengembangan Ma’had Al-Jami’ah mendapatkan perhatian penting dalam ekosistem pendidikan tinggi Islam. Ma’had tidak hanya dipandang sebagai tempat pembinaan keagamaan mahasiswa, tetapi juga sebagai bagian strategis dalam membentuk karakter, kompetensi keislaman, dan budaya akademik mahasiswa PTKIN.
Memperkuat Jejaring Ma’had Al-Jami’ah
Bagi Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, keikutsertaan dalam MUNAS XIII menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan Ma’had Al-Jami’ah PTKIN lainnya. Interaksi dan pertukaran pengalaman dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam pengembangan program pembinaan mahasiswa di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.
Melalui forum nasional ini, para Mudir Ma’had juga memiliki ruang untuk menyatukan langkah dan membangun koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan Ma’had Al-Jami’ah. Penguatan organisasi AMMAN sebagai wadah komunikasi dan koordinasi nasional menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut.

MUNAS XIII Mudir Ma’had dan Musabaqah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia Tahun 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda pertemuan tahunan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk membangun arah pengembangan Ma’had Al-Jami’ah yang lebih kuat, terarah, dan berkelanjutan.
Keikutsertaan Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., diharapkan semakin memperkuat kontribusi Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung dalam jejaring nasional Ma’had PTKIN serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pembinaan keagamaan dan karakter mahasiswa.

