Bangun Jejaring Kemitraan dan Promosi Kampus, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Kunjungi Pondok Pesantren Jannatun Naim International College

Metro, 15 Juli 2026 – Dalam upaya mempererat sinergi antarlembaga pendidikan Islam sekaligus memperkenalkan berbagai keunggulan kampus kepada calon mahasiswa, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan silaturahim dan promosi kampus ke Pondok Pesantren Jannatun Naim International College (JaNIC), Batu Putuk, Bandar Lampung, pada Selasa (14/07/2026).

Tim Ma’had Al-Jami’ah dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., didampingi Sekretaris Ma’had, Khoirul Huda, M.Pd., bersama Sudirman, M.Sy. selaku Staf Pendidikan dan Kesantrian serta Dedi Satriawan, M.Pd. selaku Staf Humas dan Media.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan Pondok Pesantren JaNIC, di antaranya Owner Yayasan, H. Dasril Sutan Bagindo, Drs. Haryanto, M.Si. selaku Sekretaris Yayasan, Syekh Tgk. Zaky Mubarrak, Lc., M.A. selaku Mudir ‘Am Ma’had Jannatun Naim, beserta para pimpinan dan dewan guru lainnya.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua lembaga berdiskusi mengenai penguatan jejaring pendidikan Islam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peluang kolaborasi dalam pembinaan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berwawasan global. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan berbasis pesantren sekaligus mempererat ukhuwah antar lembaga pendidikan Islam di Provinsi Lampung.

Pada kesempatan tersebut, Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar Pondok Pesantren JaNIC. Ia berharap silaturahim ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, pembinaan keagamaan, maupun pengembangan kompetensi santri.

Selain menjalin silaturahim, rombongan juga melaksanakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru UIN Jurai Siwo Lampung kepada para santri tingkat akhir. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa UIN Jurai Siwo Lampung terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi Islam negeri yang unggul dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan karakter.

Keberadaan Ma’had Al-Jami’ah menjadi salah satu keunggulan UIN Jurai Siwo Lampung dalam membentuk karakter mahasiswa. Melalui sistem pembinaan berbasis pesantren, mahasiswa mendapatkan penguatan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, pendalaman ilmu-ilmu keislaman, pembiasaan ibadah, pembinaan akhlak, pengembangan kepemimpinan, serta peningkatan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris. Program pembinaan tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh dalam spiritualitas dan moralitas.

Dalam sambutannya, Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mencetak generasi muslim yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak. Oleh karena itu, UIN Jurai Siwo Lampung melalui Ma’had Al-Jami’ah terus berupaya mempererat silaturahim dengan pondok pesantren sebagai mitra dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul. Kami berharap para santri JaNIC dapat melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Jurai Siwo Lampung sehingga nilai-nilai kepesantrenan yang telah dimiliki dapat berkembang melalui pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujar Taufid.

Ia juga menegaskan bahwa UIN Jurai Siwo Lampung tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter, spiritualitas, kepemimpinan, serta penguasaan bahasa asing melalui program pembinaan yang dilaksanakan di Ma’had Al-Jami’ah.

“Kami ingin menghadirkan lingkungan kampus yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan penguatan karakter. Melalui Ma’had Al-Jami’ah, mahasiswa dibina agar memiliki kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan global tanpa meninggalkan identitas keislamannya.”

Sementara itu, Mudir ‘Am Pondok Pesantren Jannatun Naim International College (JaNIC), Syekh Tgk. Zaky Mubarrak, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung. Menurutnya, silaturahim seperti ini menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan antara pesantren dan perguruan tinggi Islam.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung. Semoga pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, pembinaan santri, dan pengembangan keilmuan. Kami melihat UIN Jurai Siwo Lampung memiliki komitmen yang kuat dalam memadukan tradisi akademik dan tradisi kepesantrenan, sehingga menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.”

Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga.

“Kami berharap semakin banyak alumni JaNIC yang melanjutkan studi di UIN Jurai Siwo Lampung. Dengan bekal ilmu agama yang telah mereka peroleh di pesantren dan pendidikan akademik di perguruan tinggi, mereka akan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.”

Dalam sesi promosi juga disampaikan berbagai peluang beasiswa yang dapat diakses mahasiswa, fasilitas pembelajaran yang terus berkembang, tenaga dosen yang kompeten, lingkungan akademik yang kondusif, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pengembangan bakat, minat, kepemimpinan, kewirausahaan, dan prestasi di tingkat regional maupun nasional.

Pimpinan Pondok Pesantren JaNIC menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Mereka menyambut baik ikhtiar UIN Jurai Siwo Lampung dalam menjalin komunikasi yang erat dengan pesantren sebagai mitra strategis dalam melanjutkan pendidikan para santri ke jenjang perguruan tinggi. Diharapkan, semakin banyak lulusan pesantren yang melanjutkan studi di UIN Jurai Siwo Lampung sehingga mampu menjadi generasi intelektual muslim yang berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Kegiatan silaturahim dan promosi kampus ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antarlembaga, serta foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan dengan berbagai pondok pesantren dalam rangka mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam dan memperkenalkan UIN Jurai Siwo Lampung sebagai kampus yang unggul, religius, inovatif, dan berdaya saing global.

Perkuat Tata Kelola dan Program Al-Qur’an, Tim Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Laksanakan Studi Tiru

Metro, 15 Juli 2026 – Tim Manajemen Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan Studi Tiru ke Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung dan Pondok Pesantren Jannatun Naim, Bandar Lampung, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus mengembangkan program unggulan dalam pembinaan mahasantri.

Rombongan dipimpin oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., didampingi Sekretaris Ma’had Khoirul Huda, M.Pd., serta Sudirman, M.Sy. (Staf Pendidikan dan Kesantrian) dan Dedi Satriawan, M.Pd. (Staf Humas dan Media).

Kunjungan pertama dilaksanakan di Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung mulai pukul 10.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga berdiskusi mengenai tata kelola Ma’had, sistem pembinaan mahasantri, pengembangan program kepesantrenan, serta berbagai inovasi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan berbasis keislaman pada Ma’had Al-Jami’ah.

Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyampaikan bahwa Studi Tiru ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar pengalaman dalam membangun Ma’had yang profesional dan berkualitas.

“Melalui kegiatan ini kami memperoleh banyak praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam mengembangkan tata kelola serta meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung,” ujarnya.

Pada siang harinya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Jannatun Naim di Batu Putu, Bandar Lampung yang mempunyai Lembaga Pendidikan Formal SMP dan SMA berstandar Internasional yang biasa disebut JaNIC (Jannatun Naim International College) ini, difokuskan pada diskusi mengenai Program Takhassus Al-Qur’an Bersanad, meliputi sistem pembelajaran, metode talaqqi, pembinaan hafalan, hingga mekanisme pemberian sanad Al-Qur’an.

Melalui Studi Tiru ini, Tim Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik untuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan mengembangkan program pembelajaran Al-Qur’an yang lebih berkualitas. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Ma’had dalam membangun kolaborasi antarlembaga demi mewujudkan pembinaan mahasiswa yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Wujudkan Ekosistem Cinta Al-Quran, UIN Jusila Gelar Placement Test BTQ bagi Seluruh Dosen & Tendik

Metro, 04 Maret 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung melalui Ma’had Al-Jami’ah sukses menyelenggarakan Placement Test Penguatan Kompetensi Baca Tulis Al-Quran (BTQ) pada Rabu, 04/03/2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh seluruh lapisan sivitas akademika tanpa terkecuali.

Antusiasme luar biasa terlihat dari jumlah partisipan yang mencapai 348 orang. Menariknya, tes ini tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan dosen, namun diwajibkan bagi seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik) juga. Semangat inklusivitas tampak nyata dengan hadirnya Rektor, jajaran pimpinan, hingga satuan pengamanan (Security) dan petugas kebersihan sebagai peserta tes.

Demi menjaga kualitas pengujian, panitia menghadirkan 15 orang penguji internal dan satu orang penguji eksternal. Adapun komponen yang menjadi tolok ukur penilaian meliputi: Tes Membaca Al-Qur’an (Fokus pada Makhraj dan Tajwid), Tes Tulis Al-Qur’an, dan Pengetahuan Tajwid.

Dalam laporannya, Mudir Ma’had Al-Jami’ah sekaligus Ketua Panitia, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ujian formalitas.

“Niat pelaksanaan placement test ini bukan semata-mata untuk menilai kemampuan teknis saja, melainkan sebuah niatan atau ikhtiar yang baik untuk menumbuhkan ekosistem kecintaan sivitas akademika kepada Al-Quran,” ujar Ustadz Taufid.

Beliau juga menambahkan bahwa hasil tes akan disampaikan secara privat kepada masing-masing peserta guna menjaga kenyamanan secara psikologis. Bagi peserta yang nantinya dinilai belum terlalu lancar, pihak Ma’had akan memberikan rekomendasi untuk mengikuti program mentoring BTQ sebagai tindak lanjut pengembangan kemampuan.

Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Hj. Ida Umami, M.Pd., Kons., dalam sambutan pembukaannya, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh peserta. Beliau menyatakan kebanggaannya atas kelancaran acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB tersebut. Menurutnya, kesuksesan acara ini mencerminkan identitas kampus yang religius dan berkomitmen pada penguatan nilai-nilai dasar Islam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UIN Jurai Siwo Lampung untuk memastikan bahwa seluruh garda terdepan pelayanan kampus memiliki kompetensi dasar keislaman yang mumpuni, selaras dengan visi misi universitas.

Dihadiri Rektor dan Jajaran Pimpinan, UIN Jurai Siwo Lampung Matangkan Persiapan Peningkatan Kompetensi BTQ Dosen dan Tendik

Metro, 02 Maret 2026 – Rapat koordinasi lanjutan yang dihadiri langsung oleh Rektor, jajaran Wakil Rektor, Dekan, hingga Kepala Unit di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung digelar pada Senin (02/03/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Syaifuddin Zuhri ini membahas finalisasi teknis Penguatan Kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) UIN Jurai Siwo Lampung Tahun 2026.

Sebelumnya, rapat internal Pengasuh Ma’had Al-Jami’ah sebagai pengelola kegiatan, bersama Wakil Rektor II sudah merencanakan beberapa tahapan kegiatan. Kali ini, pertemuan lanjutan berlangsung di Ruang Rapat Syaifuddin Zuhri, Gedung Rektorat Kampus 1, dengan skema kombinasi luring dan daring melalui media Zoom.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi universitas, mulai dari Rektor, Para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan Fakultas, hingga jajaran dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang masuk dalam struktur kepanitiaan.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Hj. Ida Umami, M.Pd., Kons., menegaskan bahwa program ini merupakan langkah berani dan terobosan penting bagi lembaga.

“Kegiatan ini adalah upaya kita untuk mendapatkan data riil mengenai kemampuan baca tulis Al-Qur’an seluruh dosen dan tendik. Ini bukan sekadar formalitas, namun bagian dari penguatan identitas lembaga. Karena itu, keikutsertaan dalam BTQ ini akan menjadi prasyarat penting dalam urusan administrasi kepegawaian seperti E-Kin, BKD, hingga kenaikan pangkat/jabatan,” tegas Rektor.

Beliau juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai identitas institusi keislaman, di mana kompetensi dasar keagamaan menjadi pilar utama bagi seluruh sivitas akademika.

Moderator rapat, Sekretaris Ma’had Khoirul Huda, M.Pd., mendampingi Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., dalam memaparkan detail teknis kegiatan. Program Penguatan Kompetensi BTQ ini akan dibagi ke dalam tiga agenda utama:

  1. Placement Test: Pemetaan kemampuan awal dan pengelompokkan kelas berdasarkan kemampuan.

  2. Mentoring: Pendampingan dan penguatan kompetensi.

  3. Final Test: Uji kompetensi akhir.

Placement test sendiri dijadwalkan berlangsung pada 4-6 Maret 2026 secara daring. Adapun materi yang diujikan meliputi kemampuan baca tulis Al-Qur’an serta pemahaman kaidah tajwid.

Salah satu poin krusial dalam rapat ini adalah penetapan status kegiatan BTQ sebagai instrumen formal kepegawaian. Keikutsertaan dalam seluruh rangkaian kegiatan ini akan dijadikan prasyarat bagi: Kenaikan pangkat dan jabatan fungsional, Pengisian E-Kinerja (E-Kin), dan Laporan Beban Kinerja Dosen (BKD). Dengan adanya integrasi ini, diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab guna meningkatkan kualitas SDM di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Standarisasi Penguji, UIN Jurai Siwo Lampung Gelar Asesmen Calon Penguji BTQ bagi Dosen dan Tendik

Metro, 27 Februari 2026 – Sebagai langkah awal untuk menjamin kualitas program Penguatan Kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), UIN Jurai Siwo Lampung sukses menyelenggarakan kegiatan Asesmen Calon Penguji pada Jumat (27/02/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini, dilaksanakan secara daring melalui media Zoom.

Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari rangkaian persiapan besar universitas dalam memetakan dan meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an di kalangan dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Guna menjaga objektivitas dan standar kualitas yang tinggi, panitia menghadirkan penguji dari pihak eksternal, yaitu KH. Saiful Hadi, S.S. Kehadiran beliau bertujuan untuk memberikan penilaian yang independen serta melakukan standarisasi kemampuan bagi para calon penguji internal.

Sebanyak 15 calon penguji internal yang terdiri dari unsur dosen dan tendik mengikuti ujian ini dengan penuh khidmat. Materi asesmen difokuskan pada tiga aspek utama: Kefasihan Membaca Al-Qur’an (Tahsin), Keterampilan Menulis Arab (Imla’), dan Penguasaan Kaidah Tajwid.

Asesmen ini bukan sekadar ujian teknis, melainkan bentuk pematangan kemampuan bagi para calon penguji. Peserta yang dinyatakan lulus dan mendapatkan rekomendasi nantinya akan mengemban amanah sebagai pembimbing sekaligus penguji utama dalam kegiatan Penguatan Kompetensi BTQ Dosen dan Tendik UIN Jurai Siwo Lampung Tahun 2026.

“Standarisasi ini sangat penting agar terdapat kesamaan persepsi dan parameter penilaian saat menghadapi peserta nantinya. Kami ingin memastikan para penguji memiliki kualifikasi yang mumpuni sebelum terjun ke lapangan,” ujar Mudir Ma’had.

Dengan selesainya tahap asesmen ini, UIN Jurai Siwo Lampung semakin siap dalam melaksanakan program penguatan kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an yang direncanakan akan menjadi agenda besar institusi dalam waktu dekat.

Tarawih Perdana Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung

Metro, 18 Februari 2026 — Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah melaksanakan Tarawih Perdana Ramadhan 1447 H di Masjid Adzkiya Kampus 1, UIN Jurai Siwo Lampung. Mengingat, UIN Jurai Siwo Lampung baru kali pertama mengadakan santri Ma’had yang bermukim di lingkungan kampus. Hal  ini menjadi momentum awal menyambut bulan suci dengan semangat kebersamaan dan peningkatan kualitas spiritual.

Rangkaian ibadah diawali dengan Salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan Salat Tarawih. Bertindak sebagai imam sekaligus pengisi kultum, Ketua Takmir Masjid Adzkiya, Drs. Kuryani, M.Pd., menyampaikan tausiyah yang ringan namun sarat makna.

Dalam kultumnya, beliau mengulas sejarah singkat pelaksanaan Salat Tarawih sejak masa Nabi Muhammad SAW, yang pada awalnya dilaksanakan secara sendiri-sendiri, hingga kemudian dibiasakan berjamaah pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Ia juga menyinggung perbedaan jumlah rakaat Tarawih yang kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

“Ada yang 11 rakaat, ada yang 23 rakaat, dan seterusnya. Tidak perlu dipertentangkan. Yang utama adalah kita sama-sama menunaikannya dengan ikhlas,” pesannya.

Setelah doa bersama menutup rangkaian Tarawih, suasana religius berlanjut dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama para mahasantri Ma’had Al-Jami’ah. Lantunan ayat suci yang menggema di dalam masjid menambah nuansa ketenangan dan memperkuat semangat ibadah di awal Ramadhan.

Pelaksanaan Tarawih perdana ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi seluruh sivitas akademika, khususnya para mahasantri, untuk memaksimalkan ibadah, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan nilai-nilai spiritual selama bulan suci Ramadhan.

Rapat Koordinasi Penguatan Literasi BTQ bagi Dosen dan Tendik UIN Jurai Siwo Lampung Digelar Secara Daring

Metro, 17 Februari 2026 — Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menggelar rapat koordinasi rencana Program Penguatan Literasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (tendik) pada Selasa, 17 Februari 2026. Rapat dilaksanakan secara daring melalui Google Meeting sebagai langkah awal implementasi program strategis peningkatan kompetensi keislaman sivitas akademika.

Rapat dihadiri oleh unsur pimpinan universitas yang diwakili Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Yudianto, M.Pd.; Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H.; Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd.; serta para asatidz koodinator bidang-bidang pengelola Ma’had Al-Jami’ah.

Dalam sambutan dan arahannya, Wakil Rektor II menyampaikan bahwa program Penguatan Literasi BTQ merupakan salah satu hasil keputusan Rapat Kerja Pimpinan UIN Jurai Siwo Lampung yang dilaksanakan pada 09–13 Februari 2026 lalu. Beliau juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, yang disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting.

“Program Penguatan Literasi BTQ bagi Dosen dan Tendik merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Pimpinan UIN Jurai Siwo Lampung serta arahan Direktur Diktis Kementerian Agama RI. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh sivitas akademika memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis Al-Qur’an secara baik dan benar,” ujar Dr. Yudianto.

Rapat selanjutnya dimoderatori oleh Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., dan dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah. Dalam paparannya, Mudir Ma’had menjelaskan aspek teknis pelaksanaan program serta pentingnya penguatan legalitas.

“Program ini perlu diperkuat dengan legal standing yang jelas melalui Surat Keputusan Rektor, mencakup pedoman pelaksanaan, struktur pengelola, penguji atau pendamping, serta ketentuan peserta,” jelas Ustadz Taufid Hidayat Nazar.

Ia juga memaparkan bahwa pelaksanaan program akan diawali dengan Placement Test untuk mengklasifikasikan kemampuan dosen dan tendik dalam membaca dan menulis Al-Qur’an. Hasil klasifikasi tersebut akan menjadi dasar pembagian kelas sesuai tingkat kemampuan, yang kemudian diikuti program pendampingan intensif dan berkelanjutan.

“Setelah dilakukan pemetaan kemampuan melalui placement test, peserta akan dikelompokkan berdasarkan tingkat kemahiran. Pendampingan intensif akan dilakukan agar peningkatan kompetensi berlangsung efektif dan terukur,” tambahnya.

Direncanakan, placement test akan dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual yang tepat untuk memperkuat kedekatan sivitas akademika dengan Al-Qur’an.

Program Penguatan Literasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan program pembinaan kompetensi dasar keislaman yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, memperbaiki makhraj huruf, memahami dasar-dasar penulisan huruf Arab, serta menumbuhkan budaya literasi Qur’ani di lingkungan kampus.

Secara konseptual, literasi BTQ tidak hanya menekankan aspek teknis membaca, tetapi juga mencakup: Ketepatan tajwid dan makhraj dalam membaca Al-Qur’an; Kemampuan menulis huruf Arab (imla’) dengan benar; Pemahaman dasar struktur bacaan Al-Qur’an; Internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam etos kerja dan pelayanan; Penguatan identitas keislaman institusi PTKIN.

Adapun tujuan utama program ini meliputi: 1. Meningkatkan kompetensi baca tulis Al-Qur’an dosen dan tenaga kependidikan; 2. Menstandarkan kemampuan literasi Qur’ani sebagai bagian dari budaya akademik Islami; 3. Mendukung penguatan karakter spiritual dan integritas moral sivitas akademika; 4. Mewujudkan lingkungan kampus yang religius, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an; dan 5. Mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama dan kompetensi keislaman aparatur PTKIN.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan program Penguatan Literasi BTQ dapat berjalan sistematis, terukur, dan berkelanjutan, serta menjadi fondasi penting dalam penguatan karakter religius di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.

Perkuat Mutu Layanan, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jusila Jalani Audit Surveillance ISO 9001:2015 dan 21001:2018

Metro, 04 Februari 2026 – Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung terus berkomitmen dalam menjaga kualitas manajemen dan layanan pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya kegiatan Audit Surveillance ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu) dan ISO 21001:2018 (Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan) pada Rabu, 04 Februari 2026.

Kegiatan audit ini berlangsung secara intensif di Ruang Pelayanan Ma’had Al-Jami’ah, Gedung N Lantai 1, Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung.

Kehadiran tim auditor disambut langsung oleh jajaran pimpinan Ma’had Al-Jami’ah, di antaranya: Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H. (Mudir Ma’had), Ustadz Khoirul Huda, M.Pd. (Sekretaris Ma’had), dan Ustadz Sudirman, M.Sy. (Tim Manajemen).

Dalam prosesnya, auditor melakukan verifikasi mendalam terhadap ketersediaan dokumen serta implementasi nyata di lapangan. Fokus pemeriksaan meliputi Pedoman Akademik, Petunjuk Teknis (Juknis), Standar Operasional Prosedur (SOP), kelayakan Sarana dan Prasarana (Sarpras), sistem Monitoring dan Evaluasi, hingga penegakan Tata Tertib Santri.

Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyatakan bahwa audit ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik.

“Surveillance ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 ini berfungsi sebagai kompas bagi kami untuk memastikan bahwa seluruh layanan di Ma’had tetap berada pada jalur sesuai setandarnya. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk meminimalisir risiko kesalahan prosedur dan meningkatkan kepuasan santri serta orang tua melalui tata kelola organisasi pendidikan yang transparan dan akuntabel,” ujar Ustadz Taufid.

Di sisi lain, perwakilan Tim Auditor ISO menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan data dan keterbukaan pihak Ma’had selama proses audit berlangsung.

“Kami melihat adanya sinkronisasi yang baik antara dokumen kebijakan dengan praktik di lapangan. Audit surveillance ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu tidak hanya berhenti pada sertifikat, tetapi benar-benar hidup dalam budaya kerja harian di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung,” ungkap pihak Auditor.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diharapkan dapat semakin memperkokoh posisi Ma’had Al-Jami’ah sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul, tertib administrasi, dan berorientasi pada kualitas layanan berkelanjutan.

Rapat Pemantapan Program Pembinaan Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Digelar Secara Daring

Metro, 30 Januari 2026 — Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan Rapat Pemantapan Program Kegiatan Pembinaan Mahasantri pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 08.00 s.d. 10.30 WIB. Rapat dilaksanakan secara daring melalui media Google Meet dan diikuti oleh seluruh Asatidz dan Asatidzah selaku tutor pembina Mahasantri.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh tutor pembina dalam menyiapkan program pembelajaran Mahasantri Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

“Program kegiatan pembinaan Mahasantri ini nantinya akan diajukan kepada pimpinan sebagai program berbasis anggaran. Oleh karena itu, diperlukan penyamaan persepsi bersama agar seluruh tutor siap mempersiapkan perangkat pembelajaran secara utuh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan bukti dukung pelaporan,” ujar Ustadz Khoirul Huda, M.Pd.

Selanjutnya, Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyampaikan pengarahan sekaligus penegasan arah kebijakan pembinaan Mahasantri. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah harus berjalan secara terpadu dan berkesinambungan sepanjang waktu.

“Rapat ini dimaksudkan untuk memantapkan seluruh program kegiatan pembelajaran Mahasantri yang berlangsung dari subuh hingga malam hari. Seluruh aktivitas harus saling terintegrasi dalam rangka membentuk Mahasantri yang kuat secara spiritual, matang secara intelektual, dan berkarakter Islami,” tegas Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H.

Adapun program pembelajaran yang dibahas dalam rapat meliputi berbagai bidang, antara lain Kajian Kitab Kuning yang mencakup Fathul Qorib, Ta’lim Muta’allim, Aqidatul Awam, dan Tuhfatu Athfal; Penguatan Al-Qur’an melalui Tahsin Al-Qur’an, Qiroatul Waqiah, Qiroatul Al-Mulk, serta Wirid Pagi; Keterampilan dan Bahasa yang meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Pelatihan karya ilmiah mahasiswa, Muhadloroh (latihan pidato), dan praktik seni kaligrafi.

Selain itu, rapat juga membahas Pendidikan Karakter dan Praktik Keagamaan, seperti monitoring fiqih ibadah, monitoring sosial keagamaan, pembacaan Yasin, Tahlil dan Sholawat, serta penguatan karakter Mahasantri. Program aktivitas pendukung turut menjadi perhatian, di antaranya sholat wajib berjamaah, olahraga rutin, serta kegiatan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan asrama.

Melalui rapat pemantapan ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap seluruh program pembinaan Mahasantri Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dapat terlaksana secara terencana, terukur, dan terdokumentasi dengan baik, sehingga mendukung akuntabilitas program serta peningkatan mutu pembinaan Mahasantri secara berkelanjutan.

Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung Resmi Mulai Aktivitas Semester Genap, Mahasantri Kembali Aktif Ikuti Kegiatan

Metro, 28 Januari 2026 — Suasana religius dan akademis kembali menyelimuti lingkungan Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung. Terhitung sejak Senin, 26 Januari 2026, seluruh mahasantri telah dinyatakan aktif kembali di asrama untuk menjalani rangkaian program pembelajaran semester genap.

Geliat aktivitas santri tampak mulai dari subuh hingga malam hari. Berbagai disiplin ilmu keislaman dan keterampilan bahasa telah terjadwal secara ketat, meliputi:

  • Kajian Kitab Kuning: Fathul Qorib, Ta’lim Muta’allim, Aqidatul Awam, dan Tuhfatu Athfal.

  • Penguatan Al-Qur’an: Tahsin Al-Qur’an, Qiroatul Waqiah, Qiroatul Al-Mulk, serta Wirid Pagi.

  • Keterampilan & Bahasa: Materi Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Muhadloroh (Latihan Pidato), dan Praktik Seni Kaligrafi.

  • Pendidikan Karakter & Praktik: Monitoring Fiqih Ibadah, Monitoring Sosial Keagamaan, Yasin, Tahlil & Sholawat, hingga Pendidikan Karakter Mahasantri.

  • Aktivitas Pendukung: Sholat wajib berjamaah, olahraga rutin, dan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan asrama.

Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para mahasantri ke asrama dengan semangat baru.

“Alhamdulillah, seluruh program harian sudah berjalan efektif sejak 26 Januari. Kami menyambut kembali para mahasantri dengan harapan besar agar momentum semester genap ini menjadi ajang untuk memperdalam tafaqquh fiddin. Saya berharap para mahasantri tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi memiliki kedalaman spiritual yang kuat melalui kajian-kajian kitab yang kita laksanakan,” ujar Ustadz Taufid.

Senada dengan hal tersebut, Ustadz Khoirul Huda, M.Pd., selaku Sekretaris Ma’had sekaligus Asatidz, menekankan pentingnya output atau hasil yang harus dicapai oleh mahasantri setelah mengikuti rangkaian program ini.

“Output yang ingin kita capai adalah mahasantri yang kompeten dalam literasi kitab turats (kitab kuning) dan mahir dalam berkomunikasi, baik Bahasa Arab maupun Inggris. Kami ingin mereka lulus dari Ma’had dengan bekal soft skill dan pemahaman agama yang moderat serta mumpuni,” tegas Ustadz Khoirul Huda.

Di sisi lain, aspek ketertiban menjadi fokus utama bidang Kesantrian. Ustadz Sudirman, M.Sy., sebagai Penanggung Jawab Bidang Kesantrian, memberikan apresiasinya terhadap antusiasme mahasantri di awal semester ini.

“Sejauh ini, tingkat keaktifan dan kedisiplinan mahasantri menunjukkan tren yang sangat positif. Kami terus memantau kehadiran mereka dalam setiap sesi, mulai dari sholat berjamaah hingga kajian malam. Kedisiplinan adalah kunci; tanpa disiplin, ilmu yang dipelajari akan sulit meresap menjadi karakter,” pungkas Ustadz Sudirman.

Dengan dimulainya kembali aktivitas ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berkomitmen untuk terus menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter mahasiswa yang islami, unggul, dan berdaya saing.